Authentication
381x Tipe PDF Ukuran file 2.49 MB Source: 2008 Rehabilitasi Hutan di Indonesia
Tinjauan Rehabilitasi Hutan
Kegiatan rehabilitasi hutan di Indonesia telah dilakukan selama lebih dari tiga dasawarsa dan telah Pelajaran dari Masa Lalu
diterapkan di lebih dari 400 lokasi. Proyek yang berhasil dicirikan dengan terlibatnya masyarakat setempat
secara aktif, dan penggunaan intervensi teknis yang disesuaikan untuk menangani masalah ekologi ARehabilitasi hutan di I
k
hutan yang berpengaruh kepada masyarakat setempat. Walaupun demikian, untuk mempertahankan an kemanak
keberlanjutan dampak positif setelah proyek berakhir masih merupakan tantangan yang paling besar.
Usaha rehabilitasi hutan telah jauh tertinggal dibanding laju degradasi hutan dan lahan. Hal ini disebabkan
karena faktor-faktor penyebab degradasi hutan dan lahan yang sangat kompleks, di mana proyek maupun ah ar
program pemerintah lainnya tidak sanggup untuk mengatasinya. Pada mulanya, pelaksanaan kegiatan
rehabilitasi hutan merupakan respon terhadap bencana alam yang disebabkan oleh perluasan lahan ahn
y
pertanian. Kini timbul faktor-faktor yang lebih kompleks untuk ditangani seperti penebangan liar dan a set
perambahan hutan. Oleh karena itu, perhatian terhadap faktor-faktor penyebab deforestasi dan degradasi
lahan, yang biasanya sekaligus merupakan ancaman terhadap kegiatan rehabilitasi yang berkelanjutan, elah lebih darndonesia
perlu menjadi bagian dari prioritas proyek.
Inisiatif kegiatan rehabilitasi yang berkelanjutan tergantung pada faktor-faktor penting, antara lain
misalnya: rancangan proyek yang dapat memastikan terciptanya efek pengganda; penyuluhan kehutanan i tiga dasa
yang baik untuk memastikan pengadopsian oleh masyarakat; kerangka kebijakan yang efektif; mekanisme
pendanaan yang terencana dengan baik sehingga dana reboisasi dapat dimanfaatkan secara efektif;
serta mekanisme yang efektif dalam menyelesaikan konflik atas status lahan sebelum proyek dimulai. w
Kini masyarakat setempat diharapkan lebih berperan dalam kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan. arsa?
Perancangan insentif ekonomi dan sosial yang tepat menjadi bagian yang penting. Manfaat ekonomi
dan penghidupan yang dihasilkan suatu proyek dari kegiatan perbaikan ekologi cenderung bertahan
lebih lama dibandingkan dengan manfaat dari peluang ekonomi berorientasi proyek.
Publikasi ini merupakan bagian dari serangkaian laporan dari enam negara yang Rehabilitasi hutan
dihasilkan dari studi: ’Tinjauan Rehabilitasi Hutan: Pelajaran dari Masa Lalu’ E
yang dilaksanakan secara serentak oleh CIFOR dan mitra kerjanya di Indonesia, dit
Tinjauan Rehabilitasi Hutanor
:
Pelajaran dari Masa LaluPeru, Filipina, Brazil, Vietnam, dan Cina. Isi dari laporan ini telah ditinjau antar
A
rekan peneliti dan diterbitkan secara serentak pada situs www.cifor.cgiar.org/ni Adi Indonesia
rehab dalam format yang dapat diunduh. Untuk pemesanan buku ini silahkan diwina
menghubungi bagian publikasi pada cifor@cgiar.org.Akan kemanakah arahnya setelah
ta Na
wir lebih dari tiga dasawarsa?
|
M
ur
nia Editor
ti
|
L
uk Ani Adiwinata Nawir
as Rumboko Murniati
Lukas Rumboko
Center for International Forestry Research (CIFOR) adalah lembaga penelitian
kehutanan internasional terdepan, yang didirikan pada tahun 1993 sebagai tanggapan Tinjauan Rehabilitasi Hutan
atas keprihatinan dunia akan konsekuensi sosial, lingkungan dan ekonomi yang Pelajaran dari Masa Lalu
disebabkan oleh kerusakan dan kehilangan hutan. Penelitian CIFOR ditujukan untuk
menghasilkan kebijakan dan teknologi untuk pemanfaatan dan pengelolaan hutan yang
berkelanjutan, dan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di negara-negara SERIES
berkembang yang bergantung kepada hutan tropis untuk kehidupannya. CIFOR adalah
salah satu di antara 15 pusat di bawah Consultative Group on International Agricultural
Research (CGIAR). Berpusat di Bogor, Indonesia, CIFOR mempunyai kantor regional di Rehabilitación de áreas degradadas
Brazil, Bolivia, Burkina Faso, Cameroon, Ethiopia, India, Zambia dan Zimbabwe dan en la Amazonía peruana
bekerja di lebih dari 30 negara di seluruh dunia. Revisión de experiencias y lecciones aprendidas
Recuperação de áreas alteradas
Donatur na Amazônia brasileira
CIFOR menerima pendanaan dari pemerintah, organisasi pembangunan internasional, Experiências locais, lições aprendidas e
yayasan swasta dan organisasi regional. Pada tahun 2006, CIFOR menerima bantuan implicações para políticas públicas
keuangan dari Australia, Asian Development Bank (ADB), African Wildlife Foundation,
Belgium, Canada, Carrefour, Cecoforma, China, Centre de coopération internationale Learning lessons from China’s
en recherche agronomique pour le développement (CIRAD), Convention on forest rehabilitation efforts
Biological Diversity, Cordaid, Conservation International Foundation (CIF), European
Commission, Finland, Food and Agriculture Organization of the United Nations National level review and special focus
(FAO), Ford Foundation, France, German Agency for Technical Cooperation (GTZ), on Guangdong Province
German Federal Ministry for Economic Cooperation and Development (BMZ),
German Foundation for International Cooperation, Global Forest Watch, Indonesia, Forest rehabilitation
Innovative Resource Management (IRM), International Institute for Environment in Indonesia
and Development, International Development Research Centre (IDRC), International Where to after more than three decades?
Fund for Agricultural Development (IFAD), International Tropical Timber Organization
(ITTO), Israel, Italy, the World Conservation Union (IUCN), Japan, Korea, MacArthur One century of forest rehabilitation
Foundation, Netherlands, Norway, Netherlands Development Organization, Overseas
Development Institute (ODI), Peruvian Secretariat for International Cooperation in the Philippines
(RSCI), Philippines, Spain, Sweden, Swedish University of Agricultural Sciences (SLU), Approaches, outcomes and lessons
Switzerland, The Overbrook Foundation, The Tinker Foundation Incorporated, The
Nature Conservancy (TNC), Tropical Forest Foundation, Tropenbos International, Forest rehabilitation in Vietnam
United States, United Kingdom, United Nations Environment Programme (UNEP),
United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO), United Histories, realities and futures
Nations Forum on Forests (UNFF), Wageningen International, World Bank, World
Resources Institute (WRI) dan World Wide Fund for Nature (WWF).
Rehabilitasi hutan
di Indonesia
Akan kemanakah arahnya setelah
lebih dari tiga dasawarsa?
Editor
Ani Adiwinata Nawir
Murniati
Lukas Rumboko
© Center for International Forestry Research
Hak cipta dilindungi Undang-undang
Diterbitkan tahun 2008
Dicetak oleh SMK Grafika Desa Putera
Disain sampul: Eko Prianto
Foto sampul: Chiharu Hiyama dan Tini Gumartini
Nawir, Ani Adiwinata
Rehabilitasi Hutan di Indonesia: Akan kemanakah arahnya setelah lebih dari tiga dasawarsa?/
oleh Ani Adiwinata Nawir, Murniati, Lukas Rumboko. Bogor, Indonesia: Center for International
Forestry Research (CIFOR), 2008.
ISBN 978-979-14-1235-3
283hal. (Tinjauan Rehabilitasi Hutan: Pelajaran dari masa lalu)
CABI Thesaurus: 1. forests 2. degraded forests 3. rehabilitation 4. forest plantations
5. afforestation 6. forest policy 7. projects 8. funding 9. case studies 10. history 11. development
plans 12. socioeconomics 13. reviews 14. Indonesia I. Title II. Murniati III. Rumboko, Lukas
Diterbitkan oleh
Center for International Forestry Research (CIFOR)
Jl. CIFOR, Situ Gede, Bogor Barat 16115, Indonesia
Tel.: +62 (251) 622622; Fax: +62 (251) 622100
E-mail: cifor@cgiar.org
Website: http://www.cifor.cgiar.org
no reviews yet
Please Login to review.