Authentication
435x Tipe DOC Ukuran file 0.27 MB Source: jdih.ntbprov.go.id
1
s
GUBERNUR NUSA TENGGARA BARAT
PERATURAN GUBERNUR NUSA TENGGARA BARAT
NOMOR TAHUN 2013
TENTANG
PERJALANAN DINAS
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
GUBERNUR NUSA TENGGARA BARAT,
Menimbang : a. bahwa Peraturan Gubernur Nusa Tenggara Barat Nomor 1
Tahun 2013 tentang Perjalanan Dinas di Lingkungan
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat sebagaimana
telah diubah dengan Peraturan Gubernur Nusa Tenggara
Barat Nomor 5 Tahun 2013 tentang Perubahan atas
Peraturan Gubernur Nusa Tenggara Barat Nomor 1 Tahun
2013 tentang Perjalanan Dinas di Lingkungan Pemerintah
Provinsi Nusa Tenggara Barat sudah tidak sesuai dengan
perkembangan dan kondisi saat ini sehingga perlu diganti;
b. bahwa penyesuaian dan penataan dilakukan dalam rangka
tertib administrasi pengelolaan keuangan daerah yang
efektif, efisien dan dapat dipertanggungjawabkan;
c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud
dalam huruf a dan huruf b, perlu menetapkan Peraturan
Gubernur tentang Perjalanan Dinas.
Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 64 Tahun 1958 tentang
Pembentukan Daerah-daerah Tingkat I Bali, Nusa Tenggara
Barat dan Nusa Tenggara Timur (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 1958 Nomor 115, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 1649);
2. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok
Kepegawaian (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun
1974 Nomor 55, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 3041) sebagaimana telah diubah dengan
Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 tentang Perubahan
atas Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-
pokok Kepegawaian (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 1999 Nomor 169, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 3890);
2
3. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang
Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari
Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 1999 Nomor 75, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 3851);
4. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan
Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003
Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 4286);
5. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang
Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 4355);
6. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang
Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggungjawab Keuangan
Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004
Nomor 66, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 4400);
7. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang
Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana
telah diubah beberapa kali terakhir dengan Undang-
Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua
Atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang
Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 4844);
8. Undang–Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang
Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 82,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
5234);
9. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang
Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2005 Nomor 140, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 4578);
10. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang
Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor
25, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
4614);
11. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006
tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah
sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan
Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011
tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri Dalam
Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman
Pengelolaan Keuangan Daerah;
3
12. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 11 Tahun 2011
tentang Pedoman Perjalanan Dinas ke Luar Negeri bagi
Pejabat/Pegawai di lingkungan Kementerian Dalam Negeri,
Pemerintah Daerah dan Pimpinan serta Anggota Dewan
Perwakilan Rakyat Daerah;
13. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 113-PMK.05-2012
tentang Perjalanan Dinas Dalam Negeri bagi Pejabat
Negara, Pegawai Negeri dan Pegawai Tidak Tetap;
14. Peraturan Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat Nomor 1
Tahun 2007 tentang Pokok-pokok Pengelolaan Keuangan
Daerah (Lembaran Daerah Tahun 2007 Nomor 1, Tambahan
Lembaran Daerah Nomor 23);
15. Peraturan Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat Nomor 5
Tahun 2008 tentang Urusan Pemerintahan Provinsi Nusa
Tenggara Barat (Lembaran Daerah Tahun 2008 Nomor 5);
MEMUTUSKAN:
Menetapkan : PERATURAN GUBERNUR TENTANG PERJALANAN DINAS.
BAB I
KETENTUAN UMUM
Pasal 1
Dalam Peraturan Gubernur ini, yang dimaksud dengan:
1. Daerah adalah Provinsi Nusa Tenggara Barat.
2. Pemerintah Daerah adalah Gubernur dan perangkat daerah
sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah.
3. Gubernur adalah Gubernur Nusa Tenggara Barat.
4. Wakil Gubernur adalah Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat.
5. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah yang selanjutnya disebut
DPRD adalah DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat.
6. Sekretaris Daerah adalah Sekretaris Daerah Provinsi Nusa
Tenggara Barat.
7. Pemerintah Kabupaten/Kota adalah kabupaten/kota dalam
Wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat.
8. Pengguna Anggaran adalah pejabat pemegang kewenangan
penggunaan anggaran untuk melaksanakan tugas pokok dan
fungsi SKPD yang dipimpinnya.
9. Kuasa Pengguna Anggaran adalah pejabat yang diberi kuasa
untuk melaksanakan sebagian kewenangan penggunaan
anggaran dalam melaksanakan tugas dan fungsi SKPD.
10. Satuan Kerja Perangkat Daerah yang selanjutnya disingkat
SKPD adalah perangkat daerah pada Pemerintah Daerah selaku
Pengguna Anggaran/Pengguna Barang/Jasa yang juga
melaksanakan pengelolaan keuangan.
4
11. Kantor Penghubung adalah Kantor Penghubung Provinsi Nusa
Tenggara Barat yang berkedudukan di Jakarta.
12. Perjalanan dinas adalah perjalanan dinas yang dilakukan untuk
kepentingan daerah dari tempat kedudukan ke tempat yang
dituju dan kembali ke tempat kedudukan semula atas perintah
pejabat yang berwenang.
13. Perjalanan dinas luar negeri adalah perjalanan dinas yang
dilakukan dari daerah menuju negara lain dan kembali ke
daerah.
14. Perjalanan dinas luar daerah adalah perjalanan dinas yang
dilakukan dari daerah menuju ibukota negara atau provinsi atau
kabupaten/kota di luar daerah dan kembali ke daerah.
15. Perjalanan dinas dalam daerah adalah perjalanan dinas yang
dilakukan dari tempat kedudukan semula ke tempat tujuan dan
kembali ke daerah/Kab/Kota/ tempat kedudukan.
16. Surat Perintah Perjalanan Dinas yang selanjutnya disingkat
SPPD adalah surat perintah yang diterbitkan dan
ditandatangani oleh pejabat yang berwenang untuk
melaksanakan perjalanan dinas.
17. Surat Perintah Tugas yang selanjutnya disingkat SPT adalah
surat perintah yang diterbitkan dan ditandatangani oleh pejabat
yang berwenang sebagai dasar penerbitan Surat Perintah
Perjalanan Dinas (SPPD).
18. Pelaksana SPPD adalah Gubernur dan Wakil Gubernur, Pimpinan
dan Anggota DPRD, Pegawai Negeri Sipil, Tokoh dan Anggota
Masyarakat serta Pegawai Tidak Tetap yang melaksanakan
Perjalanan Dinas.
19. Tempat Kedudukan adalah lokasi kantor/satuan kerja perangkat
daerah.
20. Biaya Riil adalah biaya yang dikeluarkan sesuai dengan bukti
pengeluaran yang sah.
21. Perhitungan Rampung adalah perhitungan biaya Perjalanan
Dinas yang dihitung sesuai kebutuhan riil berdasarkan
ketentuan yang berlaku.
22. Lumpsum adalah suatu jumlah uang yang telah dihitung
terlebih dahulu (pre-calculated amount) dan dibayarkan
sekaligus.
23. Tempat tujuan adalah tempat/kota yang menjadi tujuan
perjalanan dinas.
24. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah yang selanjutnya
disingkat APBD adalah Anggaran Pendapatan dan Belanja
Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat.
25. Dokumen Pelaksanaan Anggaran yang selanjutnya disingkat
DPA adalah Dokumen Pelaksanaan Anggaran Provinsi Nusa
Tenggara Barat.
no reviews yet
Please Login to review.