320x Filetype PDF File size 0.39 MB Source: media.neliti.com
Jurnal Manajemen, Vol.15, No.2, Mei 2016
ANALISIS DESKRIPTIF KEPEMIMPINAN MANAGERIAL
GRID DI LINGKUNGAN PERGURUAN TINGGI
Oleh:
Albert Kurniawan
Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Maranatha
Abstract: The aim of the research is to describe and analyze the appropriate
leadership style students in accordance with managerial grid view. Dimension
managerial grid are concerned for Relationship Orientation and Task Orientation.
This study using explanatory method with quantitative approach. The data were
obtained using questionnaire and observation. This research is using non
probability method which is Puposive Sampling and it took 67 students. The results
have shown Leadership Grid 67 students. The results of the research reveal that
students implements leadership style of managerial grid of (8,2) (7,9). This is
indicated by mean score of subordinate orientation, i.e. 8,2 and mean score of task
orientation, i.e. 7,9.
Keywords: Leadership Style, Managerial Grid, Relationship Orientation, Task
Orientation
PENDAHULUAN
MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) 2016 sudah di depan mata. Perkembangan
teknologi, informasi, dan bahasa makin berkembang pesat. Namun demikian masih
ada kelambanan dalam menyesuaikan diri dengan perkembangan tersebut. Salah
satu yang terpenting dalam membangun generasi muda bangsa Indonesia adalah
mempersiapkan mahasiswa dengan perubahan proses pembelajaran. Metode
pembelajaran “I lecture, you listen” atau “Saya mengajar, kamu mendengar”/
Komunikasi satu arah (one way traffic) mewarnai pendidikan di Perguruan Tinggi.
(Harsono, 2008). Dosen dari cara metode lama , di mana dosen hanya sebagai tokoh
sentral, mengajar dengan cara konvensional, di mana dosen hanya memindahkan
(transfer) ilmu, informasi kepada mahasiswa, dan mengkondisikan mahasiswa hanya
mendengar dan apatis.
Metode one way traffic juga mengarahkan memiliki keterbatasan membuat
suasana belajar menjadi terbatas, cenderung kaku dan tidak dapat think outside the
box. One way traffic ini terjadi pada metode teacher-centered learning (TCL).
(Harsono, 2008). Dari keterbatasan metode TCL, dan untuk mencetak mahasiswa
unggul yang mampu bersaing di dunia luar, maka model pembelajaran yang dianut
mulai mengalami perubahan besar dari TCL menjadi Student Centered Learning
(SCL) (Kurdi, 2009). Ada beberapa faktor yang mendukung perubahan metode
pembelajaran dari TCL menjadi SCL. Pertama, perubahan global berupa persaingan
yaitu persaingan dalam dunia kerja yang menuntut kemampuan soft skill bukan saja
243
Analisis Deskriptif Kepemimpinan… Albert…
hard skill. Kedua, masalah yang makin kompleks, sehingga perlu disiapkan lulusan
yang memiliki keahlian di bidang kompetensinya. (Hadi, 2007)
Banyak keterbatasan dari sistem TCL, maka dari itu beberapa perguruan
tinggi sedang giat sosialisasi pada sistem pembelajaran SCL. Di mana sistem SCL,
memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk aktif mengerjakan tugas, dan
mendiskusikan dengan dosen sebagai fasilitator. Dengan demikian dosen dengan
metode SCL, tidak lagi menjadi sumber belajar utama, melainkan sebagai “mitra
pembelajaran”. (Hadi, 2007). Pada metode SCL, mahasiswa didorong untuk
memiliki motivasi dalam diri untuk bersikap kritis. Hal ini bias dipersiapkan dosen,
dengan membuat kelompok, dan melatih mahasiswa untuk berani mengemukakan
pendapat, belajar memecahkan masalah, dan tidak takut pada dosen. Harapan dari
proses pembelajaran, mencetak mahasiswa yang terampil tidak hanya hard skill
(kemampuan akademik) saja, tapi juga kemampuan soft skill seperti belajar
berbicara di depan mahasiswa lain, lewat presentasi bahan kuliah / SAP yang telah
dirancang dosen selama satu semester.
Adapun kelebihan sistem SCL adalah (1) mahasiswa merasa pembelajaran
menjadi miliknya sendiri, karena diberi kesempatan berbagi dan berpartisipasi; (2)
mahasiswa memiliki motivasi kuat untuk belajar; (3) tumbuh suasana demokratis,
sehingga terjadi dialog dan diskusi saling berbagi informasi dengan mahasiswa lain;
(4) dapat menambah wawasan dan pengetahuan baru bagi dosen; (5) melatih
mahasiswa memiliki jiwa kepemimpinan dalam suatu tugas kelompok. (Hadi, 2007)
Dari beberapa kelebihan sistem SCL, peneliti berfokus melakukan penelitian
dari manfaat melatih jiwa kepemimpinan mahasiswa dalam tugas kelompok. Setiap
mahasiswa yang berpartisipasi dalam kelas, berpotensi menjadi pemimpin kelak di
masa depan. Sebab kepemimpinan yang sukses, menunjukkan bahwa pengelolaan
suatu organisasi dalam hal ini kelompok diskusi berhasil dilaksanakan dengan
sukses pula. Selanjutnya bahwa pimpinan dikatakan berhasil jika mampu
mengantisipasi perubahan yang tiba-tiba dalam proses pengelolaan organisasi,
berhasil mengoreksi kelemahan-kelemahan yang timbul dan sanggup membawa
anggota kelompok kepada sasaran-sasaran dalam jangka yang sudah ditetapkan
(Thoha;2009).
Menurut Sedarmayanti (2009), kegagalan dalam suatu kegiatan disebabkan
karena gaya kepemimpinan yang ditetapkan dari seorang pimpinan tidak mampu
memobilisasi bawahan/ rekan anggota kerja. Salah satu teori yang menekankan pada
suatu perubahan dan yang paling komprehensif berkaitan dengan gaya
kepemimpinan adalah teori kepemimpinan managerial grid. Gagasan ini
diperkenalkan oleh Robert R. Blake dan Jane S. Mouton. Dalam pendekatan gaya ini
manager berhubungan dengan 2 hal yaitu produksi disatu pihak (orientasi tugas) dan
orang orang di pihak lain (orientasi bawahan / anggota kelompok) masing-masing
dinyatakan sebagai sebuah kontinum pada skala 1 sampai 9 yang dapat berinteraksi
satu dengan yang lain.
Begitu besar peran pemimpin dalam mendukung proses belajar mengajar,
maka dari itu peneliti ingin membuktikan bahwa ketika kepemimpinan yang
seimbang antara orientasi tugas dan bawahan atau rekan kerja dalam kelompok
diterapkan dengan baik maka suasana kelas menjadi lebih hidup, berwarna, mata
244
Jurnal Manajemen, Vol.15, No.2, Mei 2016
kuliah yang sulit menjadi terasa lebih mudah karena dapat mampu disampaikan,
diberi masukan, baik secara teknikal maupun juga mampu melatih pengembangan
diri, kepercayaan diri dan tidak malu saat presentasi di depan publik. Dari penerapan
tersebut, maka peneliti mengambil judul penelitian Analisis Deskriptif
Kepemimpinan Managerial Grid di Lingkungan Perguruan Tinggi.
Rumusan Masalah
Perubahan cara pengajaran dari sistem TCL menjadi SCL, memberikan ide kepada
staf pendidik untuk melakukan tindakan yang lebih mandiri kepada mahasiswa
dengan mencari bahan materi, dan latihan soal sendiri sesuai SAP yang telah disusun
selama (1) satu semester oleh staf pendidik. Melihat perubahan pola mengajar, maka
ada peneliti merumuskan permasalahan: Bagaimana gambaran Kepemimpinan
Managerial Grid di Lingkungan Perguruan Tinggi?
Tujuan Penelitian
Dari rumusan masalah, maka peneliti bertujuan untuk menganalisis secara deskriptif
gambaran Kepemimpinan Managerial Grid di Lingkungan Perguruan Tinggi.
KAJIAN TEORI
Managerial Grid
Model perilaku manajerial (Managerial Grid) pertama muncul awal tahun 1960 dan
telah diperbaiki disempurnakan (Blake & McCanse, 1991; Blake & Mounton, 1964,
1978, 1985). Managerial grid didesain untuk menjelaskan bagaimana pemimpin
mampu membantu organisasi atau team mencapai tujuan, melalui dua faktor yaitu
perhatian pada produksi atau tugas; dan perhatian pada orang atau hubungan antar
anggota dalam team (Northouse, 2013).
Perhatian pada produksi atau kerja (tugas) mengacu pada bagaimana
pemimpin peduli dengan pencapaian tugas. Hal ini melibatkan banyak aktivitas
termasuk perhatian pada kebijakan., masalah, proses, beban kerja. (Blake &
Mounton, 1964).
Perhatian pada orang (hubungan) mengacu kepada bagaimana pemimpin
menghadapi orang orang atau anggota team dalam organisasi secara bersamaan
untuk mencapai suatu tujuan bersama. Perhatian ini mencakup membangun
kepercayaan (trust), membangun nilai diri, memberi kondisi kerja yang kondusif dan
meningkatkan hubungan personal dengan baik (Northouse, 2013). Berusaha
menciptakan suasana saling harga-menghargai; Simpati terhadap perasaan bawahan
atau rekan kerja; Memiliki sikap bersahabat; Menumbuhkan peran serta bawahan
dalam pembuatan keputusan dan kegiatan lain; Lebih mengutamakan pengarahan
diri, mendisiplin diri, mengontrol diri.
Managerial Grid (gambar 1) menggabungkan perhatian tugas dan hubungan
dan terbagi menjadi kuadran yakni 1,1 pada sudut kiri bawah adalah manajemen
yang lemah (impoverished management) itu karena perhatian manager baik terhadap
produksi atau output maupun terhadap karyawan sangat rendah karena pemimpin
sama sekali melepas peran kepemimpinannya. Sebaliknya kuadrant 1,9 adalah
manajemen paguyuban (country club management) manager memberikan perhatian
245
Analisis Deskriptif Kepemimpinan… Albert…
yang tinggi terhadap karyawan/bawahan tetapi memberikan perhatian yang rendah
terhadap tugas/output. Kuadrant 9,1 manajemen otoriter (authoritarian task
management) yang hanya memberikan perhatian yang tinggi pada tugas tapi sangat
rendah perhatiannya pada bawahan.
Kuadrant 5,5 adalah managemen ditengah jalan (middle of the road
management) yang hanya memberikan perhatian yang sedang-sedang saja baik
kepada tugas maupun terhadap kepuasan bawahan. Managemen 9,9 adalah
managemen tim (the real team manajemen / team leader) yang memberikan
perhatian yang tinggi baik terhadap tugas maupun semangat kerja serta kepuasan
karyawan/ bawahan. Blake dan Mouton berpendapat bahwa gaya 9,9 adalah tipe
perilaku kepemimpinan yang paling efektif, menurutnya hampir pada semua situasi
pendekatan ini menghasilkan peningkatan prestasi, tingkat perputaran dan
kemangkiran bawahan rendah, serta kepuasan bawahan tinggi (Peter
L.Molloy;1998).
Managerial Grid
Gambar 1 . Managerial Grid
METODE PENELITIAN
Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian
eksplanatori dengan pendekatan kuantitatif. Metode ini bertujuan untuk mengorek
lebih dalam tentang gaya kepemimpinan mahasiswa agar penjelasan lebih dalam dan
faktual.
Definisi Operasional Variabel
Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah:
Kepemimpinan Managerial Grid
Dengan melihat tinjauan teori maka dapat diketahui bahwa Managerial Grid
menggabungkan perhatian tugas dan hubungan.
246
no reviews yet
Please Login to review.