273x Filetype PDF File size 0.48 MB Source: digilib.mercubuana.ac.id
SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI IV 2017
“Inovasi Humaniora, Sains dan Teknologi untuk Pembangunan Berkelanjutan”
RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI INSTALASI GAWAT
DARURAT BERBASIS CLOUD MENGGUNAKAN GOLANG
1) 2)
I Made Sunia Raharja , Anak Agung Ketut Agung Cahyawan Wiranatha
1Program Studi Teknologi Informasi, Fakultas Teknik, Universitas Udayana, Jalan Raya Kampus
UNUD, Jimbaran, Badung, Bali
Telp : (0361) 701806, E-mail : sunia.raharja@unud.ac.id
2Program Studi Teknologi Informasi, Fakultas Teknik, Universitas Udayana, Jalan Raya Kampus
UNUD, Jimbaran, Badung, Bali
Telp : (0361) 701806, E-mail : agung.cahyawan@unud.ac.id
ABSTRAK
Keramaian dan kegaduhan yang terjadi di instalasi gawat darurat rsUP sanglah sering menyebabkan petugas
kesehatan kehilangan fokus dan konsentrasi pada saat melaksanakan tugasnya, hal ini dapat mempengaruhi
penilaian petugas kesehatan terhadap penanganan pasien yang secara tidak langsung mengancam keselamatan
pasien instalasi gawat darurat. data-data klinis pasien yang didokumentasikan oleh petugas kesehatan di igd
rumah sakit sanglah masih menggunakan tulis tangan, hal ini sering menimbulkan salah interpretasi diantara
petugas kesehatan di departemen igd rsUP sanglah, dibutuhkan sistem informasi untuk melakukan
dokumentasi data-data klinis pasien secara lebih akurat dan mudah diakses oleh petugas kesehatan.
Perkembangan teknologi informasi dalam bentuk cloud computing memberikan pengembangan sistem informasi
yang lebih mudah dan murah. organisasi/perusahaan tidak perlu melakukan penyediaan dan perawatan
perangkat fisik untuk infrastruktur teknologi informasi, selain itu teknologi cloud computing memungkinkan
penambahan kapasitas infrastruktur teknologi informasi tanpa harus mengalami kerugian dan pemborosan
anggaran. sistem informasi Manajemen instalasi gawat darurat(siM igd) sudah dapat mendukung kinerja
dokter dalam manajemen data administrasi dan klinis pasien. 80% dokter menyatakan siM igd sudah
mendukung kinerjanya, sedangkan 20% lainya masih belum terbiasa dengan transisi dari tulis tangan ke
mengetik melalui keyboard. golang adalah bahasa pemrograman untuk sistem informasi berbasis cloud yang
memiliki performa yang lebih cepat dari pada bahasa pemrograman PHP yang lebih banyak dipakai.
Kata Kunci : Sistem Informasi, Instalasi Gawat Darurat, Cloud Computing, Golang
Abstract
hustle and commotion at Emergency installation of sanglah Hospital often causes medical personnel to miss
focus and concentration during their work, this may affect the medical officer's handling and assessment that
indirectly threatens the safety of the patients. Clinical data of the patients that documented by medical workers at
sanglah Hospital is still use handwriting, this often leads to misinterpretation among medical workers in the
emergency department at sanglah Hospital, an information system is needed to make documentation of the
patient's clinical data, so that it can be more accurate and easily accessed by medical personnel. The
development of information technology in the form of cloud computing provides easier and cheaper way to
develop an information systems. organizations/companies do not need to provide and maintain physical devices
for information technology infrastructure, in addition, cloud computing technology enables the addition of
information technology infrastructure capacity without having to lose and budget wastage. Emergency
Management information system (siM igd) has been able to support physician performance to handling patient
and clinical data management. 80% of medical personnel say that Management information system can support
their work dokter menyatakan siM igd sudah mendukung kinerjanya, while the other 20% are still unfamiliar
with the transition from handwriting to typing via the keyboard. golang is a programming language for cloud-
based information systems that have a faster performance than the more widely used PHP programming
languages.
Keywords: information system, Emergency installation, Cloud Computing, golang
1. PENDAHULUAN
Keramaian, kegaduhan sudah menjadi masalah umum yang terjadi di ruang gawat darurat
rumah sakit sanglah. Berdesak-desakan membuat petugas kesehatan kehilangan fokus dan
konsentrasi sehingga dapat mempengaruhi penilaian yang tidak optimal dalam penindakan pasien.
rumah sakit sanglah masih menggunakan tulisan tangan untuk mendokumentasikan data yang
diperlukan sehingga sering terjadi kesalahan tafsir terhadap data penanganan, diagnosis dan resep
Kuta, 15 - 16 Desember 2017 | 109
SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI IV 2017
“Inovasi Humaniora, Sains dan Teknologi untuk Pembangunan Berkelanjutan”
yang ditulis oleh satu petugas di satu bagian departemen dengan petugas lain di bagian departemen
lainya. Berdasarkan latar belakang situasi dan kondisi di igd rsUP sanglah diperlukan sistem
informasi pendukung dokumentasi klinis dan administrasi di igd rsUP sanglah.
Teknologi informasi dalam hal ini igd rsUP sanglah membutuhkan komputer server secara
fisik dengan spesifikasi yang tidak murah sebagai pusat data dan aplikasi sistem informasi. saat ini
dengan teknologi cloud organisasi/perusahaan tidak harus menyediakan infrastruktur Teknologi
informasi secara fisik. organisasi/perusahaan cukup menyewa layanan teknlogi awan(Cloud service)
dari perusahaan provider, sistem informasi perusahaan dipusatkan di cloud server dan
organisasi/perusahaan dapat melakukan pengelolaan sistemnya melalui internet. Hal ini tidak akan
membebankan biaya pengadaan dan perawatan perangkat keras teknologi informasi kepada
organisasi/perusahaan.
salah satu provider cloud service yang sudah tidak diragukan kualitasnya adalah layanan
teknologi awan yang disediakan oleh google(google Cloud service), google Cloud service dapat
memberikan layanan on-demand sehingga organisasi/perusahaan dapat memilih porsi teknologi yang
dibutuhkan untuk sistem informasi. Untuk membuat sistem informasi yang berbasis google Cloud
service, digunakan bahasa pemrograman golang.
Beberapa penelitian yang berkaitan dengan teknologi cloud dan sistem informasi igd, seperti
misalnya, American Collage of Emergency Physician membuat buku putih mengenai sistem
informasi Emergency department(Ed), buku putih ini dibuat karena walaupun adopsi teknologi
informasi sudah meluas, sistem informasi masih gagal memenuhi kebutuhan Ed. didalam white paper
dibahas mengenai Emergency department information system(Edis). sebelum diterapkanya Edis,
adopsi Teknologi informasi sudah diterapkan untuk sistem Electronic Health record(EHr), EHr
sebenarnya hanya berfungsi untuk dokumen perekaman klinis(clinical), sedangkan untuk penggunaan
lainya(administrative) belum terlalu diutamakan. Pada Edis fungsional EHr diperluas ke ranah
administratif. Edis didefinisikan sebagai sistem perekaman kesehatan yang dirancang untuk
mengelola data dan alur kerja yang mendukung perawatan pasien dan operasional pada departemen
gawat darurat. Edis memiliki beberapa fungsi utama untuk mendukung perawatan klinis di
departemen gawat darurat, seperti misalnya penginputan pasien, layanan triage, dokumentasi klinis(i.e
dokter, perawat, dan petugas kesehatan lainya), laporan hasil, manajemen dokumen, pemantauan
penyakit, dan integrasi dengan data kepuasan pasien(rothenhaus 2009).
Belser dan Aronsky (2005), memberikan konsep pengembangan Emergency Departmen
Information System(Edis). dua prioritas fungsional yang diterapkan dalam Edis, yang pertama
adalah mengintegrasikan rekaman data pasien dengan sistem informasi untuk rawat inap, dalam hal ini
departemen gawat darurat sudah memiliki sistem rekam medis sehingga perlu dibuat
antarmuka(interface) antara sistem yang sudah ada dengan sistem yang baru yang ditambahkan.
Prioritas lainya adalah mengkonversi informasi yang ditulis secara manual di whiteboard departemen
menjadi bentuk elektronik, informasi ini berisi status dan aliran pasien, tingkat ketersediaan ruangan
dan antrian di ruang tunggu, statistik operasional, saluran telepon gawat darurat dll. Bentuk informasi
ini diganti menjadi layar sentuh yang interaktif, hal ini membuat perubahan secara radikal dalam hal
bagaimana informasi dapat dipopulasikan dengan lebih baik dan peningkatan ketersediaan informasi
karena mudah diakses(Belser. d, Aronsky. d dan dilts. d.M, et all, 2005).
gamaswara, sudana dan Mandenni (2015) merancang sistem informasi Manajemen modul
layanan untuk rumah sakit. siM modul layanan dapat mendukung operasional, manajemen dan
pengambilan keputusan secara cepat dan tepat. siM modul layanan dibuat untuk mengurangi
operasional pegawai yang dilakukan secara manual menggunakan media kertas. Perancangan siM
modul layanan menggunakan metode TAs yang dilaksanakan dalam lima tahapan(i.B. Primanggara
gamaswara, A.A.K. oka sudana 2015).
saputra, sukarsa dan Bayupati (2017) membuat sistem informasi berbasis cloud untuk
monitoring perkembangan anak sekolah dasar. sistem informasi dibuat untuk mendukung komunikasi
antara pihak sekolah dengan para orang tua sehingga menjadi lebih efektif dalam hal mengontrol
kegiatan anak didiknya di sekolah. sistem informasi monitoring berbasis cloud dalam bentuk aplikasi
web dengan layanan Software As A Service (saas), sehingga tidak memerlukan server secara fisik
namun masih tetap dapat diandalkan secara online. sistem informasi monitoring dapat mempermudah
proses manajemen data akademik dan data sekolah yang umumnya dilakukan secara
konvensional(saputra, sukarsa, and Bayupati 2017).
110 | Kuta, 15 - 16 Desember 2017
SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI IV 2017
“Inovasi Humaniora, Sains dan Teknologi untuk Pembangunan Berkelanjutan”
2. METODE PENELITIAN
2.1. Analisis Data
Pada tahap ini dilakukan observasi dan pengamatan terhadap operasi bisnis yang ada di igd
rsUP sanglah, memahami teknologi Cloud Computing yang disediakan oleh google Cloud Platform
dan mempelajari penggunaan bahasa pemrograman golang pada google Cloud Platform. Beberapa
kegiatan yang dilakukan pada tahap ini yaitu, pertama, melakukan analisis kebutuhan untuk sistem
informasi dengan cara mengetahui aktivitas apa saja yang dilakukan dokter dalam menangani pasien
gawat darurat, metode-metode yang digunakan oleh dokter untuk menangani pasien dan bagiamana
jalur yang ditempuh pasien untuk mendapatkan perawatan, prosedur-prosedur apa yang dilakukan oleh
dokter dalam hal menangani pasien. Kedua, mengetahui spesifikasi fungsional dari sistem informasi,
sehingga dapat mendukung metode dan prosedur yang digunakan oleh dokter untuk menangani pasien.
Ketiga, mengetahui spesifikasi data yang diperlukan dan didokumentasikan oleh dokter ketika
melakukan penanganan terhadap pasien. Keempat, mempelajari penggunaan google Cloud Platform
dan bagaimana membuat aplikasi sistem informasi berbasis cloud menggunakan golang.
2.2. Perancangan Sistem
data-data yang didapatkan pada tahap analisis direpresentasikan dalam bentuk diagram dFd
untuk informasi mengenai spesifikasi fungsional dan prosedur-prosedur yang diterapkan dalam sistem.
spesifikasi data direpresentasikan dalam tabel dan infrastruktur cloud direpresentasikan dalam bentuk
gambar arsitektur.
2.3. Implementasi Sistem
Membangun sistem informasi berdasarkan hasil yang diperoleh dari tahapan perancangan
sistem. Membangun infrastruktur cloud dari Google Cloud Platform. Mengimplementasikan aplikasi
sistem informasi di Google App Engine menggunakan golang.
2.4. Pengujian Sistem
Pengujian yang dilakukan pada sistem informasi adalah pengujian fungsionalitas sistem untuk
memastikan semua fungsionalitas yang dibuat sudah berjalan dengan sebagaimana mestinya dan
pengujian performa sistem. Pengujian User Acceptance Test dilakukan untuk mengetahui penggunaan
sistem oleh dokter sudah sesuai dengan keadaan yang diperlukan pada saat dokter melakukan
penanganan pasien. Pengujian performa sistem lebih kepada pengujian performa dari bahasa
pemrograman go jika dibandingkan dengan bahasa pemrograman yang sudah umum digunakan yaitu
bahasa pemrograman PHP.
Alur metode penlitian ditunjukkan pada gambar 1.
gambar 1. Alur Metode Penelitian
Kuta, 15 - 16 Desember 2017 | 111
SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI IV 2017
“Inovasi Humaniora, Sains dan Teknologi untuk Pembangunan Berkelanjutan”
3. HASIL DAN PEMBAHASAN
3.1. Hasil dan Pembahasan Tahapan Analisis Data
Hasil dari tahapan analisis data adalah berupa spesifikasi fungsional dan spesifikasi data sistem
informasi Manajemen igd. spesifikasi fungsional adalah sebagai berikut :
1) Menyimpan data administrasi dan data klinis pasien yang dilakukan oleh petugas kesehatan
dokter pertama igd.
2) Mengubah data administrasi dan data klinis pasien yang dilakukan oleh petugas kesehatan
dokter pertama igd.
3) Menampilkan data administrasi dan data klinis pasien yang sudah ditangani oleh dokter pertama
igd.
4) Menampilkan data pasien dan penanganan yang dilakukan oleh dokter pertama igd.
5) Menampilkan data pasien dan penanganan yang dilakukan oleh dokter pertama igd selama satu
bulan.
6) Mencetak laporan kegiatan pelayanan kesehatan harian yang sudah dilaksanakan oleh dokter
pertama.
7) Membuat dan mencetak resep yang dilakukan oleh dokter pertama igd.
8) Menampilkan analisis data pasien yang sudah ditangani dokter pertama yang dilakukan oleh
manajer/supervisor dari dokter pertama yang bersangkutan.
spesifikasi data adalah sebagai berikut :
1) data pasien(nama pasien, jenis kelamin, alamat, nomor CM, tanggal lahir, tanggal daftar, umur)
2) data dokter(nama dokter, bagian, golongan Pns, niP, nPP, tanggal lahir, umur)
3) data kujungan pasien(ATs, bagian, diagnosis, dokter, goliKi, jam-datang, shift jaga).
4) data resep(dokter, maxdose, mindose, Merkdagang, sirup, Tablet).
5) data akun.
6)
3.2. Hasil dan Pembahasan Tahapan Perancangan Sistem
Hasil dari tahapan perancangan sistem adalah gambar dFd sebagai perancangan spesifikasi
fungsional sistem, dan gambar tabel sebagai perancangan spesifikasi data sistem. gambar 2
menunjukkan diagram dFd spesifikasi fungsional sistem.
gambar 2. Perancangan spesifikasi Fungsional sistem
Perancangan spesifikasi data terdiri dari 4 buah tabel yang berisi semua data yang dibutuhkan
oleh sistem informasi manajemen igd. Tabel 1, 2, 3, 4 dan 5 menunjukkan tabel perancangan
spesifikasi data sistem.
112 | Kuta, 15 - 16 Desember 2017
no reviews yet
Please Login to review.