Authentication
353x Tipe PDF Ukuran file 0.84 MB Source: repository.ikopin.ac.id
PROSIDING SEMINAR NASIONAL
Adaptasi dan Sinkronisasi Kebijakan Pembangunan Memanfaatkan Momentum New Normal ISBN 978-623-94471-6-8
Pasca Covid-19
Jatinangor, 21 Desember 2021
EFEKTIVITAS MEDIA KOMUNIKASI BISNIS DALAM
MEMPROMOSIKAN KOPERASI PEGAWAI DINAS KOPERASI
(KPDK) 12 JULI JAWA BARAT
1Yosefina Kristina M. Wua Nono
(Institut Manajemen Koperasi Indonesia/ofinwua9244@gmail.com)
2Ami Purnamawati
(Institut Manajemen Koperasi Indonesia/rammie7@yahoo.com)
Abstrak
Koperasi Pegawai Dinas Koperasi (KPDK) 12 Juli yang memiliki empat (4) unit usaha yaitu unit
simpan pinjam, unit waserda, unit fotocopy, dan unit jasa rental kendaraan beranggotakan 268
pegawai Dinas Koperasi Provinsi Jawa Barat. Dalam berinteraksi menjalankan aktivitasnya KPDK
menggunakan media komunikasi bisnis yaitu media sosial sebagai media promosi dalam upayanya
mengembangkan unit usaha dan eksistensi koperasi. Dengan penggunaan media sosial diharapkan
pengurus dapat berkomunikasi dan melakukan kegiatan promosi sehingga pesan dapat tersampaikan
tepat waktu dan sesuai yang pada akhirnya dapat meningkatkan partisipasi aktif anggota sebagai
pelanggan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan serta pengelolaan media sosial
dalam kegiatan promosi, dan efektivitas penggunaan dan pengelolaan media komunikasi bisnis serta
upaya-upaya apa saja yang dilakukan karyawan dalam mengelola media komunikasi bisnis di KPDK
12 Juli. Metode Penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan teknik analisis data statistik
pembobotan (scoring) dan skala interval. Ukuran sampel dalam penelitian ini berjumlah 49 dengan
teknik sampling purposif proporsional.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media sosial Facebook dan Instagram berada pada
kategori kurang baik, pengelolaan media sosial berada pada kategori tidak baik dan efektivitas media
komunikasi bisnis berada pada kriteria kurang baik. Melihat hasil penelitian ini maka beberapa
saran untuk koperasi adalah pengadaan SDM profesional untuk pengelolaan media sosial atau media
promosi lainnya sehingga dapat menarik anggota untuk memanfaatkan media sosial tersebut.
Pengurus harus berupaya untuk berinovasi dan memberikan informasi dan edukasi tentang adanya
media sosial dalam rangka meningkatkan partisipasi anggota.
Kata Kunci: Komunikasi Bisnis, Media Sosial, Promosi, Partisipasi Anggota
Latar Belakang
Setiap orang akan berinteraksi dan berkomunikasi dengan orang lain baik secara individu,
kelompok atau dengan masyarakat dalam berbagai konteks. “Komunikasi adalah transmisi
informasi, gagasan, emosi, keterampilan, dan sebagainya dengan menggunakan simbol-simbol, kata-
kata, gambar, figur, grafik dan sebagainya” (Bernard Berelson dan Gary A. Steiner dalam Deddy
Mulyana, 2005:68).
Pentingnya komunikasi bagi manusia tidaklah dapat dipungkiri begitu juga halnya bagi suatu
organisasi. Eksistensi dan keberlangsungan organisasi akan dapat dipertahankan dan ditingkatkan
salah satunya dengan komunikasi. Dalam organisasi, komunikasi memiliki kompleksitas yang
Yosefina Kristina M. Wua Nono dan Ami Purnamawati: Efektivitas Media Komunikasi Bisnis Dalam Mempromosikan … 301
tinggi; artinya menyampaikan dan menerima informasi merupakan hal yang tidak mudah, dan
menjadi tantangan dalam proses komunikasinya. Untuk membentuk kerjasama yang baik antara
pengurus dengan anggota di dalam organisasi maka dibutuhkan bentuk hubungan serta komunikasi
yang baik antara para anggota organisasi. Organisasi tidak mungkin dapat menjalankan usahanya
tanpa komunikasi. Tanpa komunikasi tidak akan pernah terjadi koordinasi kerja dalam pencapaian
tujuan.
Agar sebuah proses komunikasi menjadi efektif, diperlukannya unsur-unsur yang paling
mendasar sebagai persyaratan terjadinya komunikasi (Nurjaman & Umam, 2012:36-38). Terdapat
tiga unsur yang paling mutlak yang harus dipenuhi dalam proses komunikasi, yaitu (1) Komunikator:
orang yang menyatakan pesan kepada komunikan (orang yang menerima pesan) yang dapat berupa
perseorangan atau kelompok, (2) Komunikan: orang yang menerima pesan dari komunikator
(pemberi pesan) dan (3) saluran/media: jalan yang dilalui oleh isi pernyataan komunikator kepada
komunikan yang digunakan oleh pengirim pesan.
Koperasi sebagai sebuah organisasi mensyaratkan juga efektivitas komunikasi antara seluruh
pengurus, karyawan dan anggota serta pengawas di dalam organisasinya. Komunikasi yang efektif
adalah komunikasi yang hasilnya sesuai dengan harapan (Deddy Mulyana 2005:117). Fungsi
komunikasi ini sangat berguna bagi kelangsungan dan kestabilan usaha koperasi baik dalam lingkup
koperasi itu sendiri ataupun lingkup di luar koperasi.
Koperasi Pegawai Dinas Koperasi (KPDK) 12 Juli beranggotakan pegawai Dinas Koperasi
dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat, mantan pegawai kantor Departemen Koperasi (pensiunan),
pegawai honorer Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat, serta para pelaku usaha kecil
yang berada di bawah naungan Dinas Koperasi Jawa Barat dengan jumlah anggota 268 orang per
tahun buku 2020. Dalam melayani kebutuhan anggotanya, Koperasi Pegawai Dinas Koperasi
(KPDK) 12 Juli mendirikan empat unit usaha yaitu Unit Simpan Pinjam, Unit Waserda, Unit
Fotocopy, dan Unit Rental Mobil.
Dalam rangka menumbuhkembangkan koperasi atau usaha anggota, pengurus telah berusaha
sesuai kemampuan dan kesempatan yang dimiliki, dan hasilnya sebagaimana yang dapat dilihat dan
dirasakan anggota sampai saat ini. Dalam upaya mengembangkan unit usahanya Koperasi Pegawai
Dinas Koperasi (KPDK) 12 Juli tidak hanya melakukan komunikasi secara konvensional saja tetapi
juga memanfaatkan teknologi yang semakin berkembang yaitu salah satunya penggunaan media
sosial sebagai media promosinya sehingga pengurus dapat berkomunikasi dan melakukan kegiatan
promosi yang dapat tersampaikan dengan cepat dan sesuai dengan yang diharapkan.
Program promosi yang dilakukan Koperasi melalui media sosial ini diaplikasikan dan
dijalankan oleh koperasi dengan tujuan untuk meningkatkan partisipasi anggota dengan cara
memanfaatkan perkembangan teknologi yang semakin berkembang. Promosi merupakan kegiatan
yang sangat penting bagi koperasi maupun perusahaan dalam upaya mempertahankan kontinuitas
serta meningkatkan kualitas pelayanan. Selain itu, kegiatan promosi juga berguna untuk
meningkatkan kegiatan pemasaran khususnya pada kegiatan memasarkan barang dan jasa.
Dengan promosi koperasi dapat mengkomunikasikan produknya kepada anggota sehingga hal
tersebut dapat memengaruhi anggota untuk melakukan keputusan bertransaksi. Promosi dapat
membuat anggota yang semula tidak tertarik terhadap barang atau jasa yang ditawarkan koperasi
menjadi tertarik. Selain untuk memberikan pengaruh, membujuk, dan memberikan informasi tentang
produk baik itu barang atau jasa yang ditawarkan koperasi, kegiatan promosi juga akan mampu
302 Yosefina Kristina M. Wua Nono dan Ami Purnamawati: Efektivitas Media Komunikasi Bisnis Dalam Mempromosikan …
PROSIDING SEMINAR NASIONAL
Adaptasi dan Sinkronisasi Kebijakan Pembangunan Memanfaatkan Momentum New Normal ISBN 978-623-94471-6-8
Pasca Covid-19
Jatinangor, 21 Desember 2021
merangsang permintaan akan suatu produk sehingga transaksi juga dapat meningkat yang artinya
akan berpengaruh kepada partisipasi yang meningkat.
Penggunaan media sosial di Koperasi Pegawai Dinas Koperasi (KPDK) 12 Juli dimulai pada
tahun 2015 dengan satu (1) orang pengelola (admin) khusus. Selain itu, media sosial yang digunakan
juga bukan hanya sebagai media untuk melakukan promosi saja melainkan juga untuk memberikan
informasi tentang seputar koperasi, rekruitmen, dan juga kegiatan-kegiatan yang sudah, dan sedang
berlangsung di koperasi. Media sosial yang digunakan diantaranya Facebook, Instagram, Blog, dan
WhatsApp. Data perkembangan viewers blog, Facebook dan instagram di Koperasi Pegawai Dinas
Koperasi (KPDK) 12 Juli dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 1.
Jumlah Pengikut Media Sosial KPDK 12 Juli
No Media Komunikasi Jumlah Pengikut
1 Blog 30
2 Instagram 81
3 Facebook 42
Sumber: Media Sosial KPDK 12 Juli
Penggunaan media sosial jika dimanfaatkan dengan baik akan berpengaruh pada eksistensi
koperasi. Selain itu, media sosial juga dapat digunakan sebagai media promosi dengan harapan akan
berguna untuk peningkatan partisipasi anggota. Namun kenyataanya penggunaan media sosial yang
digunakan koperasi belum dapat memenuhi kebutuhan anggota dan tidak sesuai dengan harapan.
Seperti pada tabel pendapatan yang ditampilkan pada Tabel 2 di mana pendapatan koperasi
mengalami penurunan.
Tabel 2.
Jumlah Pendapatan KPDK 12 Juli Tahun 2016-2020
Tahun Pendapatan Persentase
(%)
2015 970.008.311 -
2016 882.601.006 (9,01)
2017 1.003.820.362 13,73
2018 895.798.129 (10,76)
2019 861.415.668 (3,83)
Sumber: Laporan RAT KPDK 12 Juli Tahun Buku 20015 – 2019
Walaupun koperasi sudah menggunakan media sosial sebagai media promosinya masih
terdapat beberapa yang tidak tercapai dengan baik dan tidak sesuai dengan anggaran dan realisasi
yang telah ditentukan. Selain itu, masih banyak anggota koperasi yang bertransaksi dan
menggunakan jasa-jasa lain yang disediakan oleh non koperasi sehingga membuat berkurangnya
partisipasi anggota pada koperasi.
Mengamati latar belakang yang telah dipaparkan maka terumuskan masalah penelitian yaitu
belum diketahui secara pasti bagaimana penggunaan dan pengelolaan media sosial sebagai media
Yosefina Kristina M. Wua Nono dan Ami Purnamawati: Efektivitas Media Komunikasi Bisnis Dalam Mempromosikan … 303
promosi di koperasi dan bagaimana efektivitasnya. Dari rumusan masalah diidentifikasi masalah
penelitiannya sebagai berikut:
1. Bagaimana penggunaan media komunikasi bisnis oleh anggota KPDK 12 Juli?
2. Bagaimana pengelolaan media komunikasi bisnis oleh pengurus i KPDK 12 Juli?
3. Bagaimana efektivitas media komunikasi bisnis di KPDK 12 Juli?
4. Upaya apa yang harus dilakukan pengurus untuk mengelola media komunikasi bisnis KPDK 12
Juli dalam mempromosikan koperasi?
Tinjauan Pustaka
Secara umum komunikasi adalah proses penyampaian pesan dari komunikator kepada
komunikate. Proses penciptaan makna antara dua orang atau lebih. (Tubbs dan Moss, 2004:59).
“Hakikat komunikasi adalah proses pernyataan antar manusia, pernyataan tersebut berupa pikiran
atau perasaan seseorang kepada orang lain dengan menggunakan bahasa sebagai alat penyalur”
(Effendy, 2003:28).
Proses komunikasi terbagi menjadi dua tahap yakni secara primer dan secara sekunder. Proses
komunikasi secara primer adalah proses penyampaian pikiran atau perasaan seseorang kepada orang
lain dengan menggunakan lambang atau simbol sebagai media. Lambang tersebut diantaranya
bahasa, isyarat, gambar, warna dan lainnya yang secara langsung dapat diterjemahkan. Sedangkan
proses komunikasi secara sekunder adalah proses penyampaian pesan dengan menggunakan alat atau
sarana sebagai media kedua yang digunakan dalam melancarkan komunikasinya. Media tersebut
diantaranya surat, telepon, majalah, radio, televisi dan sebagainya.
Komunikasi memiliki tujuan yaitu perubahan sikap (attitude change), perubahan pendapat
(opinion change), perubahan perilaku (behavior change) dan perubahan sosial (social change)
(Onong Uchjana Effendy, 2013:8). Sementara itu fungsi utama komunikasi adalah to inform
(menginformasikan), to educate (mendidik), to entertain (menghibur) dan to influence
(memengaruhi).
Komunikasi dan bisnis sudah dirasakan dalam kehidupan kita sehari-hari. Jika melihat bisnis
dan komunikasi sebagai proses sosial, maka akan sampai pada simpulan bahwa komunikasi adalah
bisnis dan bisnis adalah komunikasi. Komunikasi diartikan sebagai proses mengirim pesan dari
pengirim kepada penerima, dan bisnis merupakan kegiatan yang diarahkan pada manajemen yang
mendatangkan keuntungan (Redi Panuju, 2000:4). Jadi, komunikasi bisnis adalah komunikasi yang
dilakukan pada kegiatan bisnis antar pelaku bisnis baik internal maupun eksternal perusahaan yang
berhubungan dengan keuangan, produksi, personalia dan pemasaran yang di dalamnya mencakup
berbagai macam jenis dan bentuk komunikasi untuk mencapai tujuan. Dalam proses komunikasi
bisnis ini, terdapat fungsi dan tujuan di dalamnya yaitu informatif, pengendalian (Regulatory),
persuasif dan integratif (Sutrisna Dewi.2008:23).
Permasalahan penelitian dilihat dari perspektif tipe komunikasi yaitu komunikasi massa. Pesan
yang disampaikan dari Koperasi Pegawai Dinas Koperasi (KPDK) 12 Juli ditunjukkan kepada
anggota dan masyarakat yang berada di tempat-tempat berbeda, sehingga diperlukan media massa
sebagai saluran untuk melakukan kegiatan komunikasinya. Maka dari itu blog, facebook, instagram
dan juga whatsapp merupakan salah satu bagian dari komunikasi massa. Komunikasi Massa (Mass
Communication) adalah komunikasi yang menggunakan media massa, baik cetak atau elektronik
(Dedy Mulyana, 2005:72-75).
304 Yosefina Kristina M. Wua Nono dan Ami Purnamawati: Efektivitas Media Komunikasi Bisnis Dalam Mempromosikan …
no reviews yet
Please Login to review.