Authentication
312x Tipe PDF Ukuran file 0.99 MB Source: repository.ubaya.ac.id
7
E ISSN.26r4-606r 2019
Nopcmbcr
VoLT Edisi
P.rssNJs2T-f295 No.4
TRADE
FREE
INTEGRASI EKONOMI REGIONAL DALAM ASEAN
AREA
Oleh:
Ardi Mnhrmmer Qedefi Abidin
Surabaya
Hukum Universitas
Fakultas
Kenotariatan,
Magister
com
0579@gmail.
andiqadafi
Email.
Abstrrk
regioral Asia
(ASEAN) organisasi dikawasan
of Eqst Asian Nation merupakan
Association South globalisasi, dalam
perkembangan khususnya
menghadapi
DaLam
yang dibentuk sejak tahun 1967.
Tenggara (AF'[A)
Free Area sebagai
ASEAN Trade
membentuk
pada 1992
regional, ASEAN tahun
integrasi ekonomi yang
perdagangan dunia sebenamya
terjun dalam bebas
ASEAN sebelum
bagi negara-negara
satu tam€ng
salah juga dampak
Namun trdak dapat dipungkiri, bahwa selain memiliki sisi positif, temyaat AFTA memberikan
permasalahan sebagai
ini mengenai Indonesi4
ASEAN. Jurnal menjelaskan
anggota
bagi Negara-negara
negatif
menghadapi AFTA
ASEAN dalam
anggota
Negara
ASEAN, Integrasi Ekonomr
Kata Kunci ; AFTd lndonesia,
I. PENDAHULUAN bukan anggota
Negara di dunia ini membutuhkan 2 Karvasan perdagangan bebas (free
Setiap integrasi ekonomi
kebutuhan tradearealadalah bentuk
memenuhi
lain membantu
negara untuk yang tinggi semua hambatan
kebutuhannya lebih dimana
negerinya Dalam memenuhi
dalam perdagangan baik tarif maupun non-tarif
ters€but, Negara-negara kemudian melakukan
hubungan dengan negara lain dalam berbagai diantara negara-negara anggota telah
namun masing-masing
sepenuhny4
bidang, salah satunya addah dalam bidang dihilangkan
ekonomi, dimana hubungan ekonomi antara satu negara anggota tcrsebut masih berhak
yang menentukan sendiri apakah tetap
dengan Negara lain akan membentuk
Negara atau menghilangkan
yang yaitu sistem mempertahankan
sistem ekonomi lebih besar
suatu perdagangan yang
ekonomi intemasional. Dalam sistem ekonomi hambatarrhambatan
dengan diterapkan terhadap negara-negara diluar
sesuai
yang tens berkembang
intemasional
perkembangan perkembangan anggota.
zaman sertra tuntutan (customs
global ini, mulai murrcul suatu istilah baru 3. Persekutuan Pabean unionl
saat trntuk tidak
negaft! anggota
yang dikenal dengan istilah integrasi ekonomi mewajibkan semua
hambatan
semua bentuk
regional hanya menghilangkan juga
Integrasi memiliki pengertian yang perdagangan diantara mereka, namun
perdag;angan mereka
berbeda disetiap Negara dalam waktu yang menyeragamkan kebijakan
yang bukan
luar anggota
berbeda-beda. Saat ini, integrasi ekonomi terhadap negara
(common
Pasar nurket)
menunjuk pada perkembangan dalam 4. bersama
intenasional yaitu integrasi dimana bukan
(Miroslav N. Jovanovic, suatu bentuk
tingkat kesejahteraan. perdagangan saja yang
(1997:3211, hanya barang
2006) Menurut Dominick Salvatore
produksi
namun faktor seperti
komersial dibebaskaru arus
kebijakan
adalah suatu
integrasi ekonomi juga dibebaskan dari
bahkan tenaga kerja dan modal
atau
yang secara dislaiminatif mengurangi
menghapus hambatan-hambatan perdagangan semua hambatan.
(economic
Ekonomi wtion)
hanya kepada para negara anggota kesepakatan. 5. Uni
demikran integrasi regional berarti suatu yaitu dengan menyeragamkan kebijakan-
Dengan mon€ter fiskal dari masing-
kebijakan komersial yang secara diskriminatif kebrjakan dan
yang dalam suatu
anggota berada
hambatan- masing negara
mengurangi atau bahkan menghapus yang
para kawasan atau bagr negara-negara
perdagangan kepada negara
hambatan hanya
kesepakatan.
tertentu, melakukan
dalam kawasan
kesepakatan suatu
anggota yang paling dart
(ASEAN). Tujuan mendasar
Tenggara
Asia
saja di kawasan
misalnya ini untuk meningkatkan
Secara teoritis Salvatore menguraikan integrasi ekonomi adalah jasa,
integrasi ekonomi menjadi beberapa bentuk: volume perdagangan barang dan
(1997:3831 mobilitas kapital dan tenaga kerj4
memngkatkan
1 Pengahran perdagangan Preferensial meningka&an produksi, meningkatkan efisienst
ments) produksi serta meningkatkan daya saing produk
re arrange
Qtrefe ntial trade ekonomt
integrasi
yang sepakat yang dihasilkan. Pembentukan
Dibentuk oleh negara-negara
perdagangan pada akhimya akan menciptakan dampak
hambatan-hambatan
menurunkan negar.r-negara anggota
kesgahteraan
yal,lg berlangsung diantara mereka dan meningkatnya
pada
karena akan mengarah
yang secara keseluruhan
dengan neg:ua-negara
membedakannya
Jurnol Eduatiott ond developnent Institut Pendidikan Tapanuli Selatan Hal.162
E.ISSN.26l4-6061 2019
P.ISSN.25274295 Vol.7 No.4 Edisi mber
yang
leiro'7a
sn4;stsb literat'rre
y:*ng K*ussl ct*t&
F*t"*ue spesi*tltcsi prcd*st di&sadean lsuaL jurnal yang
pada (t 2005) bertrubungan dengan tema sedang
komparauT.
keuntungan Arpr,
Dikawasan asia tenggara sendiri, negara-negara dibahas.
yang eqafory dde{s !SE-a.}I, +elehlnslah:}.tn
pembahasan untuk mulai menerapkan atau 3. HASIL DAN PEMBAHASAN
AFTA
memberlakukan integrasi ekonomi untuk Pembentukan
m*rrydkee bese;*la*rrur sla^syaraks bugr l&e .4ssr{ts$+# s/ sr*ft &s{ dstfl{t
n€gara-negara anggota ASEAN. Dimana Nstion yang disingkat menjadi ASEAN,
yang telah lama dibahas ini, pada merupakan organisasi regional dikawasan Asia
kesepakatan pda ag,'.tsttu
ASETJ.{ te4g*l E
wxlle&ifu- inr=egrasi ek{rp+rai dalsst Tr*ggere. didtjkaa
ah$rirr4ra pada
sebuah entitas tahun
atauy'ee trqde 1967. ASEAN sebagai
perdagangan bebas
bentuk kawasan politik dan keamanan
alasan
Pasifik 1967 dibentuk dengan
Asia
area dlkawasan Teuggwa- feElss@a
P*rtu dihdsbi bakrria" Fqls+isn di ha*ss* Asia Ftitlh
perdagangan regional yang tsrb€nhrk ternyda merupakan agenda utama ASEAN, sedangkan
perjanjian kerjasama ekonomi hanya menjadi s€macam
besar berasal dari pembentukan
sebagran
prdagarqea Mss {*eE elde eilEa#Tn^}, iika "pelcr'4hsp":ztgtl1y;,-r*d"at;kkerjaprnApol$k
jerus (Narongehai
pada itu. Akrasanee,
persekutuan pabean masa-masa awal
dengan atau
dibandingkan karena tuntutan dan
perdagangan regional lainnya.Fenomena 2004:35). Narnun
perjanjian lebih
FtE$rd peaLernbargrn F.s;rlerr' ASES.I akhimya
tn; &s{t}rS ol€h }4di* RtHglr*i dal.*m
"spagheui bowl", dunia ini tampak b€rfokus pada pertrmrbuhan ekonomi, hal ini
dengan bahwa perdagangan
perkembangan
pesatnya
seperti sekumpulan rrcgara yang melakukan dikarenakan
perdagugea de4aa nrysz. loia dalsaa ss& ist€maliss*l ya*g sen€ktn beha+ ya$g
befoas ASEAN
(Caroline menyebabkan Negara-negara anggota
"mangkok". 2002:2).
L. Freund, Negara
artikel ini, adalah yang pada umumnya masih merupakan
Tujuan dari dibuatnya q*Frs#e
twr& n*esr& m'qeaat selstt setu ktrltlk berLesbry bdsra sep fu ns€f,stt$slsn
yaitu trrtuk mulai memfokuskan dirinya pada bidang
Asia Tenggara
integrasi regional dikawasan
ASEAN Free Trade Area (AFTA) dan ekonomi a3;ar tidak tertinggal dan dapat
t a&siuanlz. hnas=bc.usr
M- EErrysipcftm. diri ss.b€l"res
pereasalebanFry €idi didahuuya" ed.d
perdagangan bebas dunia.
integrasi ekonomi terjun dalam
bahwa
Meter mengansumsikan januari
pada 1992, ASEAN
itulah,
tiga manfaat Untuk
akan menghasilkan
dalam kawasan Flt* T**#
(Hedrs 1f}0X) ffiu$tttsk*rr !!d*h redre&ds 4SE-{H
pce*- yr*rtru Esh#*Itl pasar
1 Menstimulir eksistensi dan ekspansi indusri Area (NTA) untuk membentuk suatu
yang menampung hasil
yang tunggal berfungsi seluruh
manufaktur basis regional.
dengan bereng jasa
2. Meaingke+hn :asn&!d perdaganga, yezg prodr*e Nryzra ASLA^N. baih
pula perbaikan dasar ataupun investasi, dimana perdagangan dalam
dapat diartikan sebagai
atau
cara menurunkan
(terms pada tersobut. AFTA ini dilakukan dengan
tvkar of trade) kelompok
3 Ms.simbulks$ prsairyru ycss sersehi* reqhilargkru seg&h b€drrh tcrif B*.ebs$kse
cara ASEAN untuk
intensif sehine;ga memungkinkan mtuk AFTA menrpakalr salah satu
efi siensi. melindungi Negara-negara anggotanya dari
menaikantingkat
plufu-. D*naura
di$.rBis"
pedags€* Eegcrs=Y€gare
NEmrs y-:ng dibsiltea 4eri br-beu
pula AFTA, walaupun disebut sebagai
ini, tentu saja diikuti oleh dalam
integrasi ekonomi dalam
perdagangan anggota
negara-negara
permasalahan yang muncul karena adanya bebas,
prec&F!€sn tffsebJe E64ih
irte'-gra* ebagsgel itn sctdiri,. Tem*w @i ruetahs$akssr betss
yang belum siap dalam diperbolehkan rmtuk morerapkan bea masuk
negara-negara berkernbang o/o
menghadapi tantangan era globalisasi, salalt sebesar l-5 serta mengeluarkan kebijakan
'JrtrEh hflraEg-
dalxr it'J.Eglw,r.'dra4ueE*i- khen as,Ud'xgl id'cstri etet)
satr:nye ***, yang
barang produksi dalam negerinya sensitif.
2. METODE PENELITIAN Dimana aktivitas perdagangan antar negara
arcoggrmkaa dilghs$*haq! bet&s*.ara keryeg keruggrthn
Artiliel isl dis'*ln d+tryxn
metode yuridis-normatit yaitu menggunakan komparatif (comparative advantage), (Robert
yang
yang hukum O'Brien & Mare Williams), memungkinkan
pendekatan melihat sebegai doktrin .sit'Jh
-lplrtrdve rae.:fsFr.}ll.
efau ssFers€kt Fs.sscn y.*lg kscfst Eeqcp Eegctrs tdibal tid!*
(absolute
(law in book), dengan melalui pendekacan memiliki keunggulan mutlak advantage)
pun.
pendekatan bidang apa
(concepttnl yaitu dalam
konseptual approach)
y'*ng 4ikt'*k*n dsegac. Etelitr* prepe pala Bcrsssk}*rAFTA
yang literatur AFTA mulai diberlakukan pada awal
sarjana terdapat di dalam bcrbagai
sebagai landasan pendukung. (Peter Marzuki, tahun 2015, dimana Negara-negara anggota
2005:138) 4sEill drt'sffi rsf.J* dsFct st€qlg:rs€grfisift$rt
jumal perdagangan
Data yang diperoleh dalam ini ekonomi nasionalnya menuju sistem
tujuan untuk
Pemberlakuan AFTA dengan
atau bebas.
didapat dengan melalui studi kepustakaan Itsgztr&'EgEr*
strdi tjter#;tr d'-4nn bets'Jatb€r p'eda tldiu, EEengFE@L*Et p.erekcmrsw.
Tatusr* Selataa Ifal.163
W M#rpeEC dei4ncft lactih*t Pend{di-Lm
E.rssN.2614-606r
P.ISSN.252?=4295 VoLT
No.4 Edisi Nopcmher 2019
nngg$ta ASEAN yang masih lemalL tidsk tertrF*s \rrtuk diprsduksi sendiri. H*l ini Fln FE* mlar*e
permasalahan
dari yang timbul dalam penerapan dengan ungkapan J.S Mill dalam teorr
AFTA itu yaitu yang
sendiri bahwa dengan adanya comparativeadvantage menyatakan bahwa
pa,rdsgar.gan betras yang dih*r*pk*rr negsrc nnengf*:sp+r y*rrg
d-qpat ser.icp akan stst$ bsrang
memberikan positif, padakenyataannya
dampak memiliki comparativeadvantage dan mengimpor
juga menimbulkan dampak negative. Dampak barang yang memiliki comparativedisadtantage
mgatrr.'e paturg dirasahanyaltu dalsrrr hsl Ca*prmriret{isc*d*ent*ge berarti slet$ bars{rg
f'a$S
persalngan yang
tenaga
kerja, dimana tenaga kerja dari dihasilkan akan lebih murah dengan
suatu Negara harus yang
bukan hanya bersaing dengan melakukan impor, dan akan memakan
biaya
se$ar{ra tenage rrepri, $as*rn
kerja d*l*m hnrustsh besar spabrls diprod*ksi ss.rdiri, Ltengr*ksp+r
bersaing produk-produk pertanian
luga dengan tenaga kerja dari Negara lain merupakan salah satu
Padahal dalam praktiknya sebagai negara a&antage
comparative dikarenakan sesuai dengan
trerkealbang k€rja ihlinn,
banyak ternga d*lam d*r*tX wesyarak*t
rcgeri d*ri dan sebcgran be.sar
negara-negara ASEAN yang
di tidak memiliki Indonesia masih menggantung:kan hidupnya dengan
keterampilan kemampuan khususserta (Nopirin,
atau cara bertani. 1999:I l).
pea.didik*n
y*rg l.e1,ak. Dengafr perd*gangan $reha
adslnys be-bas,
Hal ini menyebabkan yang penyedia jasa
tenaga kerja barang negara lain
dan dari akan
tidak berpendidikan peluang
atau tidak memiliki melihat untuk menyediakan barang
dan
ke-m*rnpuan
kh*srs aksE tsrsingkir bersarnns,D ynng dibr*$hk*n lrda&e-sie pada
3asa sleh den
dengan terbukanya peksrjaan praktiknya penyedia
lapangan di Negara- agar bisa bersaing dengan
negara pekerja-pekerja jasa
anggota
ASEAN bagi dan barang sendiri, mereka
dan dalam negeri maka
Negem p*da jasa
anggp'ta pad* ysng yang
ASEAN lainaya K*rem memiliki
dssarnya b*r*ng dao
pengusaha pemberi
dasarnya atau kerja akan lebih banyak dan mudah untuk dihasilkan akan
memilih pekerja yang berpendidikan atau memberikan harga yang lebih mudah utnuk
btrkemeslpuen kbus* dibardingkan pekerja y-ary d$a$gksu aleh masyara,kat kata lsitr
etsu derrysn
tidak berpendidikan dan tidak memiliki lebih murah dibandingkan denpn harga yang
kemampuan khusus. Selain itu, pemasalahan dib€rikan oleh penyedia barang dan jasa dalam
ysitu .munghu
leinnya persarnggn
dalsm hel unhrk men*rik negsri. Hsl ini disfitu sisi me,mtterikan
penanaman (masyarakat
modal atau investor asing untuk keuntungan kepada
konsumen luas)
menanankan pun yang jasa
modalnya meqjadi memperoleh yang
semakin berat. bisa barang dan
l{eL iE!
drk$E€sskar
senrtr& uegsfa membmtnkukan yans
dibntuhhan dengnrr mudah dan dang*n tlargs
pengaturan yang sama, sehingga bagi negara- te4angkau Namun hal
disisi lairg ini menyebabkan
negara yang dulunya menarik investor dengan penyedia jasa negeri
barang dan dalam menjadi
ysry
nt*berikan satu pernlamran khusrs t*e*jadi tidsk depat ber*a*g.
lebih
sulit
dalam menarik investor produsen
asing. Dengan tidak bersaingnya
dapat
yang jasa
Permasalahan timbul dengan penyedia
adanya atau dalam negri, maka hal ini
pembe'rt*hnn ir*egrasi ekoromi dst&m bent$k xmnimbulkan utetu banr ysitu seet
AFTA n€gara-n€gara produsen Fe$Es$elstwr
bagr anggota ASEAN, dalam negeri tidak dapat bersaing
dan
terutama dirasakan oleh indonesia, yaitu karena akhirnya harus tutup, maka para pekerja yang
ildanesia sebagpl salsh mtu Nepra merailiki peke4*an
t*dfurys dan s1'$fi
anggota ASEAN yang pekeqaannya Perg5gsr'1sh
dapat dikatakan kehilangan
belum siap dan sumber
dalam menghadapi AFTA tersebut, hal ini penghasilannya
tersebul sehingga akan semakin
m*lytbablian perekomraian di ludorlEsia bany4$, F€ng*ngS$res dsn d*ngru dcu*ikiqr
mengalami dampak yang bumk. Kerugian lain kesejahteram masyarakat
tidak akan hal
tercapai,
adalah adanya kemungkinan hilangnya pekerjaan ini secara otomatis akan menimbulkan kerugian
dat potensi pasar ysng
meqiadi bagi {regsrs tidsk perekoomahn
bagi aasicfi al.
mampu Dimana kerja
bersaing tenaga dan hasil Dikutip dari kompasiana
com terdapat 5
produksi yang permasalahan
dari Negara lain berada pokok yang
dalam suatu menjadi kendala
ksraasetl E6sfuh yang
cksn deug'*xt beE$h&taIr tebih irtrffisra uengMapi AFTA.2Dt5, yaitu:
delsm
ringan. Hal ini berpotensi menimbulkan 1. Belum terwujudnya Sumber Daya Manusra
pengangguran negeri
di dalam karena tenaga kerja YangUnggul;
dalara tegsri kel*h te{sai{€ deagaa 2. t{ilangnya E-k+mmi F'-a
1"**g tenaga Sakyat
kerja dari negara lain dan ketergantungan pemerintah
akan Dimana dalam menghadapi AFTA,
produk impor yang lebih murah dan efisien, harus memastikan
bahwa Us$a Menegah Kecil
dibandlegkm &ngan prduk ,lnlam regrqi itu {UKM} di tudnettsia unsmp} bertah*n dalspn
sendiri, perlahan
sehingga hal ini secara mulai persaingan pasar
akan menghadapi dalam bebas
membunuh produsen-produsen
dalam negeri. tersebut Karena bila perekonomian
tidak, maka
Kita dapat rnnlibat bahrua lydone-sia {ndoaesia bisa banc'.u dwt k+sejaht*r*m
mengekspor barang yan1 memiliki masyarakat
tidak akan tercapai;
comparativeadvantage yaitu ekspor dalam bidang Tergerusnya
3 Semakin Nilai sosial;
pe.rhuiaa yaxg yarg
dm banArbarang sulit 4 Kearifan Lokal TerlupoL*q
Sernskin
HaL
164
E.ISSN.26r4-6061
P.ISSN.25274295 Vol.7 No.4 Edisi
Nopember 2019
5 Folitik y'urg
tidah produsen
$Ettil se.hingp harus b*Bar-benar siap dan
Dikutip dari News.detik.com, menurut mampu dalam menghadapl perdagangan
bebas,
Guru Besar Hukum Perdagangan
Internasional walau
masih dalam skala reeional.
Fi*,a.ttse +{ukr!r$ Universibs Indenesiq
Hikmahanto Juana, AFTA yang seharusnya 4. KESIMPULAN
menguntungkan
dan di intensifkan oleh Negara- yang
Bahwa pada
Negara-negara ASEAN
&".g*ra *{S,EAN *gar terjadi peningketan umunle merupnkan NeErua berke.mbang rnasih
perdagangan (Intra
antara Negara ASEAN ASEAN perdagangan
belum siap dalam menghadapi bebas
Trade), malah terjadi scbaliknya. Bahwa yang dunia. Dimana hal ini membuat dibentuknya
dur'.t'.rngkaa dsri *dsnys AFTA. 'ini ed*le.h ASEAII Free Trede Arr.a (.aFTA) sebaga;. sarnnn
perusahaan
yang
asal negaranya
bukan merupakan bagi negara-negara dikawasan
Asia Tenggara
untuk
anggota ASEAN. perusahaan
Dimana dari Negara dapat perdagangan
mengimplementasikan bebas
luar A-qEAN yang rnergambit lreuntungpn yang
dari masih dibatasi der,ei keuntwgon Eleg3r$-
kebrjakan yang
adanya bea masuk murah. n€gara
anggota" sebelum
sepenuhnya terjun dalam
Mari Elka paling
ti.dak Pangestu menyebutkan perdagangan bebas dunia. Namun dalam
eds 3 kitik y$r.g dislarnatftan pada perkernbangaanye., Negnr+-rr,eg$ra
teffeysta e.n,ggo.ta
pelaksanaan yaitu
AFTA saat ini, masa
transisi dari ASEAN sendirijuga
belum siap dalam menghadapi
penandatanganan kesepakatan AFTA (Januari AFTA, salah yaitu
satunya Indonesia
1992) satnpai berlslnr eftHiftrya kesepak*t*n Hikmalnnto Jnumna !&enqatat ads
tersebut (l Januari 2002) dinilai terlalu lama, yang
beberapa tantangan harus diatasi Indonesia
sehinega menyebabkan hilangnya banyak dalam menghadapi AFTA ini, dimanaapabila
y*ng
keser4atan^ bisa diperoteh bile kesepekatan berhs$il r&err*reriksn
hal ini manfeat
ak*n sp,t'.rk
itu diberlakukan lebih cepat. Kenyataanny4 kepentingan yaitu
nasional, Indonesia
harus mampu
yang
masyarakat Eropa memulai
kesepakatan para
Uni memposisikan pelaku usaha dari negEua-
Eropeqys pad* utakt* yang hampu bersamaan negua A$EAJtt lainnya seiaiar de*gan prelab.l
dengan lahnnya AFTA. saat ini malah telah usatra lokal, kemudial Indonesia harus mampu
berhasil membuat mata uang bersama Eropa. berpikir dan bertindak
tidak lagi dalam konteks
dan
Sebslikp.ya pade (domestik)
ASEAN, bam tstlun 2002 ini *ale lskal narrrtirn sudahde.ls$ hsr*eF.:
mulai melaksanakan perdagangan
Iiberalisasi yang dan skala regional ASEAN, disamping itu
sebenarnya telah disepakati lam4
sejak kemudian Indonesia
harus mampu pelaku
mendorong usaha
AFT-A. terlalu memfehuakan pada
dinilai diri upaye dome*ik untuk lehih kompe$itif agar meueb tidek
penghapusan hambatan tarif dan melupakan hanya p€nonton juga
menjadi tetapi ikut bermain
hambatan rx)n tarif. Padahal, kelancaran dan mendapatkan
kemanfaatan kesepakatan
perdegar',ge;n dari
rneat$* liberelisssi yang AFTA ini, selcnjutnya tndu{resia harus r'.ampu
juga
sesungguhnya sangat dipengaruhi praktek
oleh menekan ekonomi
biaya tinggi dan tidak
berkurangnya hambatan non tarif selanjutnya sehat lainnya, praktek
seperti monopoli, korupsi,
hrxangrrya keberadasn p$sat infornnsi yang F$r4r*an liar dan sebsginys, yang selorna ini
diperlukan baik umuk menyampaikan informasi memfrig menghambat kemajuan ekonomr
pihak
kepada malpun
swasta menerima
masukan Indonesi4 dan harus
dapaf mentransformasikan
apa
dari nner€ks pelaksaoann
berkcit*n de'agan .$.FTA ye,frg
tel.ah
disep,akati AFTA.
delsfir t+.r$ebrlt he
ini. Hal ini penting pemain
karena utama dalam produl
dalam kebijakan hukum
nasional.
kegiatan ekonomi melalui skema AFTA ini Dalam konteks kebijakan secara luas,
:eetngg.lhny'a par* pelaku
adelah ekonomi se**or S;ornsurnar Dsm dan Riswanr0i(1996:122-124),
swasta. menyebutkan paling tidak ada 5 hal pokok yang
Rifana Emi (2003:15) dalam tulisannya harus dilalcukan Indonesia dalam menghadapi
{rlcayctekafi bah.q€ peErbcrlskuafi AFTA ini AFTA ini, egar di satu sisi d*pat rnr.tld+rong
tentmya akan membawa dampak bagi pelaku peningkatan kegiatan perdaganpn intra-ASEAN
ekonomi di setiap negara
anggota. Dampak itu yang
sebagaimana dicita-citakan pembentukan
prodruen dari
tre.t*i&t rrsgstif bagi (p.lahr'r ehanomr) AFTA tnL nsmu$ di sisi lein lup depet
yang (belum) yang
tidak efisien, selama ini selalu mengoptimalkan pemanfratan AFTA bagi
berlindung di balik proteksi domestic, rurmun pengembangan
,b*gi ekonomi nasional. Lima hal pokok
bersi&t prod.us+n ekoncmi} terse.b,st adaleh:
yang Fssitif {pelat*r
zudah efisien, karena pemberlakuan
dengan l. Memantapkan pelaksana
organisasi AFTA
AFTA pasar yang
tersebut terbuka menjadi yang
lebih pada
ada levelnasional.
letrar. 2. Meningkathan pranrcai dan perwtraei
Namum yang Fasar
seperti diketahui
bahwa bagi ke negara-negaraAsEAN
lainnya.
negara berkembang seperti indonesi4 produsen- 3 Meningkatkan efisiensi dan produktifitas
pred';sen y*ng le,bih pmdrsen y
ba,'ryak ng pel
eh.r ekonom i
1'eitu dalemneged.
belum efisien
atau belum siap dan
selalu bcrlindung 4 Meningkatkan
kualitas
sumber daya manusia
dibalik proteksi domestic sedangkan
didalam nasional.
AFT{ prstcksr dsnxsrie. ihl tidsh nk* nadq
lurd W*sqi'm ara dat@ry tmtibrtPsdidikan Tapanuli Selatan Hal.l-65
no reviews yet
Please Login to review.