Authentication
389x Tipe DOC Ukuran file 0.09 MB
Psikologi memandang perilaku manusia (human behavior) sebagai reaksi yang
dapat bersifat sederhana maupun bersifat kompleks. Perilaku manusia itu selalu
unik/khusus, tidak sama antar dan inter manusianya baik dalam hal kepandaian, bakat,
sikap, minat maupun kepribadian. Manusia berperilaku atau beraktifitas karena
adanya tujuan untuk mencapai suatu tujuan atau global.
Bandura (1977) mengemukakan suatu formulasi mengenai perilaku yang
menggambarkan bagaimana peran perilaku terhadap lingkungan dan terhadap
individu atau organisme yang bersangkutan. Perilaku, lingkungan dan individu itu
sendiri saling berinteraksi satu dengan yang lain. Hal tersebut berarrti bahwa perilaku
individu dapat mempengaruhi individu itu sendiri, disamping berpengaruh pada
lingkungan demikian pula lingkungan dapat mempengaruhi individu dan sebaliknya
(Walgito, 2003).
Berikut adalah formulasi Bandura :
B (behavior)
E (Environment) P (Person)
Jenis perilaku
Perilaku tidak timbul dengan sendirinya, perilaku muncul sebagai akibat dari
stimulus atau rangsang mengenai individu. Skinner (1976) membedakan perilaku
menjadi dua yaitu innate behavior, perilaku alami yang dibawa sejak lahir sejak
individu dilahirkan yang berupa reflek dan insting, dan operant behavior yaitu perilaku
yang dibentuk melalui proses belajar.
Pembentukan perilaku itu sendiri melalui cara yang berbeda yaitu dengan
kondisioning/kebiasaan, pengertian (insight) dan modeling (Walgito, 2003).
1. Pembentukan perilaku dengan kebiasaan (kondisioning)
Cara ini didasarkan atas teori belajar kondisioning baik dikemukakan oleh Pavlov
maupun oleh Thorndike dan Skinner. Para ahli tersebut mempunyai pandangan
yang sedikit berbeda namun ketiganya berpendapat bahwa perilaku dapat
terbentuk melalui pembiasaan diri untuk berperilaku seperti yang diharapkan.
2. Pembentukan perilaku dengan pengertian (insight)
Cara ini didasarkan pada teori belajar kognitif. Kohler, tokoh Psikologi Gestalt
berpendapat bahwa dalam belajar yang penting adalah dengan pengertian.
3. Pembentukan perilaku dengan model
Cara ini didasarkan atas teori belajar social (social learning theory) atau
observational theory yang dikemukakan oleh Bandura (1977).
Perilaku sinonim dari aktivitas, aksi, kinerja, respons, atau reaksi. Dengan kata
lain, perilaku adalah segala sesuatu yang dilakukan dan dikatakan oleh manusia. Secara
teknis, perilaku adalah aktivitas glandular, muscular, atau elektrikal seseorang.
Termasuk perilaku adalah tindakan-tindakan sederhana (simple actions), seperti
mengedipkan mata, menggerakkan jari tangan, melirik, dan sebagainya.
Terdapat dua kelompok besar perilaku , yaitu perilaku yang tampak atau dapat
diobservasi (overt, observable) dan yang tidak tampak, tersembuyni, atau tidak dapat
diobservasi (covert, not directly observable). Perilaku yang nampak, adalah perilaku
yang dapat diamati oleh orang lain, misalnya berbicara, berjalan, lari, menangis,
melempar bola, berteriak, dsb. Sedangkan perilaku yang tidak dapat diamati secara
langsung oleh orang lain, misalnya berfikir dan merasakan. Untuk mengetahui perilaku
yang tersembuyni harus disimpulkan dari respon-respon yang terbuka (covert behavior
must be inferred from overt responses). Perilaku juga dapat diartikan sebagai semua
aktivitas yang merupaan reaksi terhadap lingkungan, apakah itu reaksi yang bersifat
motorik, fisiologis, kognitif, ataupun afektif.
Sedangkan tidak termasuk perilaku adalah : (1) Deskripsi penafsiran dari sifat-
sifat kepribadian / interpretive descriptions of a personality trait, (2) Label-label
diagnostik / diagnostic labels, dan (3) Hasil (akibat) perilaku / outcome of behavior.
Termasuk deskripsi sifat-sifat kepribadian seseorang misalnya pendiam, jujur, rajin,
cemas, peduli, taat, pekerja keras, mandiri, setia, egois, menyenangkan, gugup, minder
dan sejenisnya. Kata-kata sifat tersebut bukan menunjuk pada perilaku tertentu tetapi
merupakan label yang diberikan sebagai kesimpulan dari beberapa tindakan. Misalnya,
apabila menyatakan bahwa jujur, orang lain yang mendengarkan akan memahami apa
maksudnya dan dapat membayangkan bagaimana ciri-ciri perilaku orang tersebut.
Termasuk label diagnostik, misalnya autis, lerning disability, ADHD, dsb. Sedangka
termasuk akibat/hasil perilaku, misalnya kaya, segar, sehat, dan sebagainya. 4
Secara umum yang termasuk perilaku, adalah apa yg dilakukan dan dikatakan
seseorang.Perilaku dapat memiliki satu / lebih dimensi yang dpt diukur yaitu frekuensi,
durasi, dan atau intensitasnya. Suatu perilaku dapat diamati, digambarkan,
dicatat/direkam, diukur oleh orang lain atau pelaku itu sendiri. Setiap perilaku
mempunyai dampak/pengaruh pada lingkungan, dan perilaku mengikuti hukum
(lawful) prinsip belajar.
Dalam pandangan behavioral, diasumsikan bahwa perilaku itu, apakah baik atau
buruk merupakan hasil belajar. Perilaku maladaptif merupakan hasil belajar yang keliru
dan dapat diubah melalui proses belajar.
Teori perilaku
1. Teori psikologi social
Teori dikemukakan oleh Mc dougall sebagai pakar dari psikologi social. Mc
dougall berpendapat bahwa perilaku disebabkan karena insting. Insting
merupakan perilaku bawaan dan akan mengalami perubahan karena
pengalaman. Berbeda dengan Mc Dougall, Allport, pakar psikologi social,
berpendapat bahwa perilaku manusia disebabkan oleh factor termasuk orang-
orang yang ada disekitarnya.
2. Teori dorongan
Teori ini didasarkan pada pandangan bahwa individu memiliki dorongan-
dorongan atau drive tertentu. Dorongan ini berkaitan dengan kebutuhan individu
yang mendorong individu berperilaku. Jika individu memiliki kebutuhan, terjadi
ketegangan dalam diri individu tersebut. Ketika individu berperilaku untuk
memenuhi kebutuhannya maka akan terjadi pengurangan atau reduksi dari
dorongan tersebut. Teori ini dipaparkan oleh Hull dan dinamakan teori drive
reduction.
3. Teori insentif
Perilaku muncul karena adanya insentif, insentif akan mendorong
manusia/individu berperilakuInsentif atau reinfercoment ada yang positif dan
ada yang negative.
4. Teori atribusi
Teori ini dikemukakan oleh Fritz, menjelaskan perilaku disebabkan oleh disposisi
internal (sikap,motif) ataukah oleh keadaan eksternal.
5. Teori kognitif
no reviews yet
Please Login to review.