Authentication
349x Tipe PDF Ukuran file 0.12 MB Source: simbg.pu.go.id
Bab 9
Sistem Pengelolaan Sampah
9.1. Klasifikasi Jenis Sampah
Jenis sampah dibedakan menjadi dua kelompok, yakni sampah medis dan sampah non-medis.
1. Sampah Medis, bisa disebut pula sampah klinis yang berasal dari pelayanan medis, perawatan,
gigi, farmasi atau yang sejenisnya, pengobatan, dan perawatan yang menggunakan bahan
beracun, infeksius, berbahaya atau bisa membahayakan kecuali jika dilakukan pengamanan
tertentu. Berdasarkan potensi bahaya yang terkandung dalam sampah medis, maka jenisnya dapat
digolongkan sebagai berikut :
- Sampah Benda Tajam
Adalah obyek atau alat yang memiliki sudut tajam, sisi, ujung atau bagian menonjol yang
dapat memotong atau menusuk kulit seperti jarum hipodermik, perlengkapan intravena, pipet
pasteur, pecahan gelas, pisau bedah. Semua benda tajam tersebut dapat menyebabkan cidera
melalui sobekan atau tusukan. Benda tajam terbuang bisa mengkontaminasi darah, cairan
tubuh, bahan mikrobiologi, bahan beracun, citotoksik ataupun radioaktif. Selain itu bahaya
lainnya adalah infeksi atau cidera juga potensi penularan penyakit bila benda tajam tersebut
digunakan untuk pengobatan pasien infeksi.
- Sampah Infeksius
Sampah yang berkaitan dengan pasien yang memerlukan isolasi penyakit menular ataupun
limbah laboratorium yang berkaitan dengan pemeriksaan mikrobiologi dari poliklinik dan
ruang perawatan/isolasi penyakit menular.
- Sampah Jaringan Tubuh
Meliputi organ, anggota badan, darah dan cairan tubuh yang dihasilkan saat pembedahan
atau otopsi.
- Sampah Citotoksik
Adalah bahan yang terkontaminasi atau mungkin terkontaminasi dengan obat citotoksik
selama peracikan, pengangkutan atau tindakan terapi citotoksik.
- Sampah Farmasi
Sampah yang berasal dari: obat kadaluwarsa, obat yang terbuang karena tidak memenuhi
spesifikasi atau kemasan terkontaminasi, obat yang dikembalikan oleh pasien, obat yang
tidak lagi diperlukan oleh rumah sakit termasuk semua limbah yang dihasilkan selama
produksi obat-obatan.
- Sampah Kimia
Dihasilkan dari penggunaan kimia dalam tindakan medis, veterinari, laboratorium, proses
sterilisasi dan riset.
9 - 1
- Sampah Radioaktif
Bahan yang terkontaminasi oleh radio isotop yang berasal dari penggunaan medis. Sampah
tersebut dapat berasal dari tindakan radiologi.
2. Sampah Non-Medis, merupakan buangan padat (solid waste), di luar sampah medis atau klinis.
Pada umumnya sampah non-medis berasal dari :
- Aktivitas kantor administrasi berupa kertas dan alat tulis.
- Aktivitas dapur dan bagian gizi berupa sampah mudah busuk yang berasal dari penyiapan
pengolahan dari penyajian makanan, sisa pembungkus, sisa makanan/bahan makanan, sayur
dan lain-lain.
- Aktivitas laundry berupa pembungkus dan kemasan.
- Aktivitas halaman/kebun berupa sisa pembungkus, daun ranting, debu.
- Aktivitas umum berasal dari pengunjung berupa kemasan makanan-minuman, sisa makanan.
9.2. Sistem Pengumpulan dan Seleksi
Sistem pengumpulan sampah menggunakan bin (bak sampah) dengan pembedaan warna pada kantong
plastik pengumpul dan tulisan berdasarkan seleksi. Pengelolaan pengumpulan dan seleksi
menggunakan prosedur yang telah dipakai saat ini yaitu :
1. Hitam untuk umum
2. Kuning untuk pasien
3. Merah untuk medis infeksius
4. Biru untuk medis non-infeksius
Ritasi pengosongan bin direncanakan sebagai berikut.
Ritasi minimal
Sumber Sampah Keterangan
Basah Kering
Kantor Administrasi 2x perhari 1x per dua hari
Unit obstetric dan ruang 2x perhari 2x perhari
perawatan obstetric
Unit emergency dan bedah 4x perhari 4x perhari Sampah bedah langsung
termasuk ruang perawatan dikosongkan
Unit laboratorium, ruang 4x perhari 4x perhari Sampah pathologi dan autopsi
mayat, pathologi dan langsung dikosongkan
autopsi
9 - 2
Ritasi minimal
Sumber Sampah Keterangan
Basah Kering
Unit isolasi 3x perhari 3x perhari
Unit perawatan 3x perhari 3x perhari
Unit pelayanan 2x perhari 1x per dua hari
Unit gizi/dapur 3x perhari 2x perhari
Halaman 1x perhari 1x perhari
9.3. Prasarana Pengumpul
Sampah ditampung di tempat produksi sampah untuk sementara. Penampungan tidak boleh lebih dari
1 jam untuk sampah infeksius, citotoksik dan radio aktif. Sedangkan aktivitas dapur dengan produksi
sampah organik basah terbanyak, penampungan tidak boleh lebih dari 5 jam.
Untuk itu setiap unit hendaknya disediakan tempat penampung dengan bentuk, ukuran dan jumlah
yang disesuaikan dengan jenis dan jumlah sampah serta kondisi setempat. Untuk beberapa hal sampah
bisa diangkut langsung ke tempat penampungan blok atau pemusnahan.
1. Persyaratan Bak Penampung Sampah
Tempat-tempat penampung sampah hendaknya memenuhi persyaratan minimal sebagai berikut:
- bahan tidak mudah berkarat
- kedap air, terutama untuk menampung sampah basah
- tertutup rapat
- mudah dibersihkan
- mudah dikosongkan atau diangkut
- tidak menimbulkan bising
- tahan terhadap benda tajam dan runcing
- tempat pengumpul sampah harus mempunyai tutup yang mudah dibuka dan ditutup tanpa
mengotori tangan
- terdapat minimal 1 buah untuk setiap kamar atau setiap radius 10 meter dan setiap radius 20
meter pada ruang tunggu terbuka.
9 - 3
2. Kantong Plastik Pelapis dalam Bak Sampah
Untuk memudahkan pengosongan dan pengangkutan, penggunaan kantong plastik pelapis dalam
bak sampah sangat disarankan. Kantong plastik tersebut membantu membungkus sampah waktu
pengangkutan sehingga mengurangi kontak langsung mikroba dengan manusia dan mengurangi
bau, tidak terlihat sehinga dapat diperoleh rasa estetis dan memudahkan pencucian bak sampah.
Penggunaan kantong plastik ini terutama bermanfaat untuk sampah laboratorium, ketebalan
plastik disesuaikan dengan jenis sampah yang dibungkus dengan mempertimbangkan keamanan
pengangkutan. Karena itu, hendaknya pembuangan benda-benda tajam ini dipisahkan. Sebaiknya
benda tajam, seperti jarum dan lain-lain ditampung di kaleng, kertas karton atau tempat khusus
untuk dikembalikan ke produsen.
3. Bak Sampah Laboratorium
Paling tidak diperlukan tiga tipe tempat penampung sampah di laboratorium yaitu untuk tempat
penampung sampah gelas dan pecahan gelas untuk mencegah cidera. Sampah yang basah dengan
solvent untuk mencegah penguapan bahan-bahan solvent dan mencegah timbulnya api. Tempat
penampung dari logam untuk sampah yang mudah terbakar. Kadang-kadang masih diperlukan
satu tempat penampung untuk jenis sampah infeksi. Mungkin tidak diperlukan bila sampah
infeksi langsung di autoclave sebelum dibuang ke tempat penampungan sampah.
9.4. Prasarana Pembuangan
1. Gerobak Sampah (Garbage Trolley)
Gerobak sampah adalah alat angkut yang umum digunakan. Untuk merencanakan pengangkutan
perlu mempertimbangkan :
- Penyebaran tempat penampungan sampah.
- Jalur jalan khusus sampah dalam rumah sakit yang terpisah dengan jalur manusia.
- Jenis dan jumlah sampah, jumlah tenaga dan sarana yang tersedia gerobak/becak pengangkut
disarankan terpisah antara sampah medis dan non-medis. Hal ini berkaitan dengan metoda
pembuangan dan pemusnahannya.
- Kereta pengangkutan hendaknya memenuhi persyaratan.
- Permukaan bagian dalam harus rata dan kedap air.
- Mudah dibersihkan, mudah diisi dan dikosongkan.
2. Pengelolaan sampah di rumah sakit harus menggunakan prosedur pengangkutan sampah internal
dan eksternal. Pengangkutan internal berasal dari titik penampungan awal ke tempat pembuangan.
3. Sampah yang diangkut dari sumber harus dikemas sedemikian rupa agar aman tidak berceceran.
Khusus sampah medis harus dimasukkan dalam peralatan kotak tertutup. Peralatan-peralatan
9 - 4
no reviews yet
Please Login to review.