292x Filetype PDF File size 0.53 MB Source: www.smkypeslawi.sch.id
MATERI 3.2 – 4.2 SIMKOMDIG
MEMBUAT PETA MINDA
C. Peta Minda
Salah satu cara untuk memvisualkan proses berpikir adalah dengan menggunakan peta minda
(peta minda). Peta Minda dibuat oleh Tony Buzan tahun 1974 berdasarkan cara kerja otak kita
dalam menyimpan informasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa otak kita menyimpan
informasi dalam sel-sel saraf dalam bentuk cabang-cabang, sehingga bila dilihat sekilas akan
tampak seperti bentuk pohon dengan cabang dan rantingnya. Peta minda membantu kita untuk
memahami suatu hal yang komplekss, cukup dengan satu gambar. Sifatnya yang divergen,
dan membentuk cabang dan ranting dalam bentuk hierarki, membantu kita secara alami dan
pelan-pelan membuat peta pemikiran tentang suatu hal.
Peta minda dapat dibuat dengan atau tanpa perangkat lunak. Jika memanfaatkan perangkat
lunak, beberapa perangkat lunak yang dapat diinstall pada komputer dan berlisensi open
source, yaitu FreeMind atau XMind. Cobalah untuk berkolaborasi dengan kawan yang berada
di sekolah lain menggunakan www.mindmup.com.
Menurut Buzan metode peta minda dapat bermanfaat untuk:
1. merangsang bekerjanya otak kiri dan otak kanan secara sinergis;
2. membebaskan diri dari seluruh jeratan aturan ketika mengawali belajar;
3. membantu seseorang mengalirkan gagasan tanpa hambatan;
4. membuat rencana atau kerangka cerita;
5. mengembangkan sebuah ide;
6. membuat perencanaan sasaran pribadi;
7. meringkas isi sebuah buku;
8. menyenangkan dan mudah diingat.
Selain itu, metode ini dapat dimanfaatkan untuk berbagai bidang, termasuk bidang pendidikan.
Menurut Michael Michalko, kegunaan metode peta minda antara lain sebagai berikut.
1. Memberi pandangan menyeluruh pada permasalahan pokok.
2. Merencanakan rute atau kerangka pemikiran suatu karangan.
3. Mengumpulkan sejumlah besar data di suatu tempat.
4. Mendorong pemecahan masalah dengan kreatif.
Membuat peta minda untuk memvisualkan ide/gagasan bukanlah sesuatu yang sulit. Berikut
langkah sederhana memvisualkan gagasan tentang liburan keluarga:
1. Buat subjek (Judul)
Langkah pertama tentukanlah subjek (judul yang akan dibahas). Tuliskanlah di bagian
tengah peta minda karena subjek ini akan menjadi center dalam peta minda Anda.
2. Buat cabang-cabang utama
Selanjutnya tulislah ide-ide yang terlintas yang terkait dengan subjek, misalnya:
• Aktivitas apa saja yang ingin dilakukan?
• Apa saja perlengkapan yang perlu dipersiapkan?
• Siapa saja yang akan diajak ikut serta?
• Kemana saja tujuan perjalanan liburan kali ini?
Dalam contoh berikut dibuat 4 cabang utama yang terdiri dari: aktivitas, perlengkapan,
siapa, dan tujuan.
3. Kembangkan cabang-cabang utama
Setelah cabang-cabang utama dibuat, langkah selanjutnya adalah melebarkan cabang
utama. Cabang-cabang utama yang telah dikembangkan juga dapat dikembangkan lagi, jika
ada ide-ide yang lebih rinci lagi yang perlu dituangkan.
SIAPA AKTIVITAS
LIBURAN KELUARGA
TUJUAN PERLENGKAPAN
Pengertian Mind Maping
Mind Mapping (Peta Pikiran)
Mind Maping pertama kali dikembangkan oleh Tony Buzan, seorang Psikolog dari Inggris.
Beliau adalah penemu Mind Map (Peta Pikiran), Ketua Yayasan Otak, pendiri Klub Pakar
(Brain Trust) dan pencipta konsep Melek Mental. Mind map diaplikasikan di bidang pendidikan,
seperti teknik, sekolah, artikel serta menghadapi ujian.
Mind maping dapat diartikan sebagai proses memetakan pikiran untuk menghubungkan konsep-
konsep permasalahan tertentu dari cabang-cabang sel saraf membentuk korelasi konsep menuju
pada suatu pemahaman dan hasilnya dituangkan langsung di atas kertas dengan animasi yang
disukai dan gampang dimengerti oleh pembuatnya. Sehingga tulisan yang dihasilkan merupakan
gambaran langsung dari cara kerja koneksi-koneksi di dalam otak.
Mind maping adalah cara mengembangkan kegiatan berpikir ke segala arah, menangkap
berbagai pikiran dalam berbagai sudut. Mind maping mengembangkan cara berpikir divergen
dan berpikir kreatif. Mind mapping yang sering kita sebut dengan peta konsep adalah alat
berpikir organisasional yang sangat hebat yang juga merupakan cara termudah untuk
menempatkan informasi ke dalam otak dan mengambil informasi itu ketika dibutuhkan (Tony
Buzan , 2008:4).
Menurut Tony Buzan, Mind Maping dapat membantu kita untuk banyak hal seperti :
merencanakan, berkomunikasi, menjadi lebih kreatif, menyelesaikan masalah, memusatkan
perhatian, menyusun dan menjelaskan pikiran-pikiran, mengingat dengan baik, belajar lebih
cepat dan efisien serta melatih gambar keseluruhan.
Manfaat Mind Maping
Ditinjau dari segi waktu Mind maping juga dapat mengefisienkan penggunaan waktu dalam
mempelajari suatu informasi. Hal ini utamanya disebabkan karena metode ini dapat menyajikan
gambaran menyeluruh atas suatu hal, dalam waktu yang lebih singkat. Dengan kata lain, Mind
maping mampu memangkas waktu belajar dengan mengubah pola pencatatan linear yang
memakan waktu menjadi pencatatan yang efektif yang sekaligus langsung dapat dipahami oleh
individu.
Beberapa manfaat metode pencatatan menggunakan Mind mapping, antara lain:
1. Tema utama terdefinisi secara sangat jelas karena dinyatakan di tengah.
2. Level keutamaan informasi teridentifikasi secara lebih baik. Informasi yang memiliki
kadar kepentingan lebih diletakkan dengan tema utama.
3. Hubungan masing-masing informasi secara mudah dapat segera dikenali.
4. Lebih mudah dipahami dan diingat.
5. Informasi baru setelahnya dapat segera digabungkan tanpa merusak keseluruhan struktur
Mind mapping, sehingga mempermudah proses pengingatan.
6. Masing-masing Mind mapping sangat unik, sehingga mempermudah proses pengingatan.
7. Mempercepat proses pencatatan karena hanya menggunakan kata kunci.
Membuat Mind Maping
Mind Map adalah alat berpikir kreatif yang mencerminkan cara kerja alami otak. Mind map
memungkinkan otak menggunakan semua gambar dan asosiasinya dalam pola radial dan
jaringan sebagimana otak dirancang, seperti yang secara internal selalu digunakan otak, dan
terhadap mana perlu memberiarkannya membiasakan diri kembali.
Beberapa hal penting dalam membuat peta pikiran ada dibawah ini, yaitu:
1. Pastikan tema utama terletak ditengah-tengah. Contohnya, apabila kita sedang
mempelajari pelajaran sejarah kemerdekaan Indonesia, maka tema utamanya adalah
Sejarah Indonesia.
2. Dari tema utama, akan muncul tema-tema turunan yang masih berkaitan dengan
tema utama. Dari tema utama Sejarah Indonesia, maka tema-tema turunan dapat terdiri
dari: Periode,Wilayah, Bentuk Perjuangan ,dll.
3. Cari hubungan antara setiap tema dan tandai dengan garis, warna atau simbol.
Dari setiap tema turunan tertama akan muncul lagi tema turunan kedua, ketiga dan
seterusnya. Maka langkah berikutnya adalah mencari hubungan yang ada antara setiap
tema turunan. Gunakan garis, warna, panah atau cabang dan bentuk-bentuk simbol lain
untuk menggambarkan hubungan diantara tema-tema turunan tersebut. Pola-pola
hubungan ini akan membantu kita memahami topik yang sedang kita baca. Selain itu
Peta Pikiran yang telah dimodifikasi dengan simbol dan lambang yang sesuai dengan
selera kita, akan jauh lebih bermakna dan menarik dibandingkan Peta Pikiran yang
miskin warna.
4. Gunakan huruf besar. Huruf besar akan mendorong kita untuk hanya menuliskan poin-
poin penting saja di Peta Pikiran. Selain itu, membaca suatu kalimat dalam gambar akan
jauh lebih mudah apabila dalam huruf besar dibandingkan huruf kecil. Penggunaan huruf
kecil bisa diterapkan pada poin-poin yang sifatnya menjelaskan poin kunci
5. Buat peta pikiran dikertas polos dan hilangkan proses edit. Ide dari Peta Pikiran
adalah agar kita berpikir kreatif. Karenanya gunakan kertas polos dan jangan mudah
tergoda untuk memodifikasi Peta Pikiran pada tahap-tahap awal. Karena apabila kita
terlalu dini melakukan modifikasi pada Peta Pikiran, maka sering kali fokus kita akan
berubah sehingga menghambat penyerapan pemahaman tema yang sedang kita pelajari.
6. Sisakan ruangan untuk penambahan tema. Peta Pikiran yang bermanfaat biasanya
adalah yang telah dilakukan penambahan tema dan modifikasi berulang kali selama
beberapa waktu. Setelah menggambar Peta Pikiran versi pertama, biasanya kita akan
menambahkan informasi, menulis pertanyaan atau menandai poin-poin penting.
Karenanya selalu sisakan ruang di kertas Peta Pikiran untuk penambahan tema.
Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa Mind mapping adalah suatu teknik mencatat yang
mampu mengembangkan pikiran dan meningkatkan daya ingat karena informasi disusun secara
bercabang dari tema utama yang menyertakan gambar, simbol, warna dan teks untuk yang dapat
memampukan peserta didik untuk menggunakan seluruh potensi dan kapasitas otak dengan
efektif dan efisien.
Daftar Pustaka
Buzan, Tony. 2008. Buku Pintar Mind Map. Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama.
Suyatno. 2009. Menjelajah Pembelajaran Inovatif. Sidoarjo: Masmedia Buana Pustaka.
no reviews yet
Please Login to review.