408x Filetype PDF File size 1.36 MB Source: dewey.petra.ac.id
4. PERANCANGAN STANDARD OPERATING PROCEDURE
4.1 Definisi Operations Warehouse
Operations Warehouse merupakan gudang milik PT X yang digunakan
untuk menyimpan material. PT X memiliki 2 Operations Warehouse di Indonesia,
yaitu Operations Warehouse East yang terletak di Plant Sukorejo dan Operations
Warehouse West yang terletak di Plant Krawang. Operations Warehouse bertugas
mengelola penyimpanan semua material untuk mendukung kelangsungan
penyediaan material ke produksi dan distribusi. Operations Warehouse terdiri dari
5 jenis warehouse, yaitu Cutfiller Warehouse, Solar Main Tank, Direct Incoming
Material (DIM) Warehouse, “X” Print Pack (XPP) Warehouse, dan Spare Part
Warehouse. Berikut adalah penjelasan untuk masing-masing Operations
Warehouse yang ada:
Cutfiller Warehouse, merupakan warehouse yang menyimpan tembakau
olahan. Cutfiller Warehouse menerima tembakau olahan yang merupakan hasil
produksi dari Primary Processing. Tembakau olahan yang disimpan di
Cutfiller Warehouse akan didistribusikan ke plant Sigaret Kretek Tangan
(SKT) yang berada di luar plant Sukorejo.
Solar Main Tank, merupakan tangki untuk menyimpan solar.
DIM Warehouse, merupakan warehouse yang bertugas untuk menyimpan dan
mengelola semua material non tembakau, seperti wrapping material, filter, dan
kertas pembungkus rokok. DIM Warehouse menerima material yang dibeli dari
Vendor.
DIM Warehouse sendiri dibagi menjadi beberapa bagian, yaitu:
DIM Sigaret Kretek Mesin (SKM) Warehouse, merupakan warehouse yang
menyimpan material untuk produksi rokok SKM.
DIM Sigaret Kretek Tangan (SKT) Warehouse, merupakan warehouse yang
menyimpan material untuk produksi rokok SKT.
Flavor Warehouse, merupakan warehouse yang menyimpan flavor material.
Di dalam Flavor Warehouse terdapat Flavor Compouding Facility (FCF),
10
Universitas Kristen Petra
yang bertugas mengolah atau memproses flavor raw material menjadi flavor
yang akan digunakan untuk memproduksi rokok.
Bonded Warehouse, yaitu warehouse yang digunakan untuk menampung
material import. Material import yang disimpan di Bonded Warehouse
adalah material yang belum dibayar bea masuknya. Bea masuk baru akan
dibayar ketika material tersebut akan digunakan.
DIM Warehouse melayani 5 jenis pengiriman, yaitu pengiriman expor,
pengiriman dalam plant atau inbound, pengiriman ke luar plant atau outbound,
pengiriman ke affiliate, dan pengiriman untuk CC atau project.
XPP Warehouse, merupakan warehouse yang menyimpan material untuk
kemasan rokok. PT X memproduksi semua kemasan untuk produk-produknya.
XPP Warehouse terdiri dari:
XPP Raw Material Warehouse, merupakan warehouse yang menyimpan
bahan baku untuk memproduksi kemasan rokok. XPP Raw Material
Warehouse menerima material yang dibeli dari Vendor, dan mengirimkan
material tersebut ke XPP Produksi untuk kebutuhan produksi.
XPP Finished Printing Warehouse, merupakan warehouse yang menyimpan
kemasan rokok jadi yang merupakan hasil produksi dari XPP Produksi. XPP
Finished Printing Warehouse melayani 5 jenis pengiriman yang sama
dengan DIM Warehouse, yaitu pengiriman expor, pengiriman dalam plant
atau inbound, pengiriman ke luar plant atau outbound, pengiriman ke
affiliate, dan pengiriman untuk CC atau project.
Spare Part Warehouse, merupakan warehouse yang menyimpan suku cadang.
Spare Part Warehouse terdiri dari Mainstore dan Substore. Penerimaan spare
part dari Vendor atau affiliate dilakukan di Mainstore, dan kemudian baru akan
didistribusikan ke Substore jika terdapat permintaan.
4.2 Proses Perancangan Standard Operating Procedure
SOP Operations Warehouse yang dimiliki oleh PT X sudah tidak sesuai
dengan kondisi saat ini. Hal ini disebabkan karena adanya perubahan sistem
Enterprise Resource Planning (ERP) yang digunakan oleh PT X. Selain itu,
11
Universitas Kristen Petra
terdapat juga SOP yang belum mencakup semua proses. Beberapa dampak yang
dapat terjadi jika SOP tidak direvisi antara lain:
Perusahaan tidak memiliki pedoman kerja yang benar
Proses yang dicakup di SOP awal sudah tidak sesuai dengan kondisi saat ini.
Penyebab utama adalah karena bergantinya sistem ERP Oracle menjadi SAP.
Selain itu, terdapat juga proses yang sudah tidak sesuai, proses yang belum
tercakup, dan proses yang sudah tidak lagi dilakukan.
Salah satu manfaat SOP adalah untuk mempermudah program training
karyawan, terutama bagi karyawan baru yang harus mempelajari proses dari
awal. SOP yang sesuai dengan kondisi lapangan akan sangat membantu dalam
program training tersebut. Sebaliknya, jika SOP tidak sesuai, maka justru akan
menghambat program training karyawan.
Mempersulit proses auditing
PT X memiliki departemen khusus yaitu Internal Control, yang bertugas
melakukan proses auditing pada setiap periode tertentu. Jika SOP yang dimiliki
tidak sesuai dengan kondisi lapangan, maka akan menghambat proses auditing,
karena pihak yang di-audit harus menjelaskan secara keseluruhan. Sebaliknya,
jika SOP sudah sesuai, maka Internal Control dapat langsung membandingkan
antara kondisi lapangan dengan SOP yang dimiliki.
Dalam melakukan perancangan revisi SOP, terdapat beberapa hal yang
perlu diperhatikan:
Jumlah SOP untuk masing-masing warehouse
Masing-masing warehouse akan memiliki 1 SOP yang mencakup semua
proses. Dasar dari keputusan ini adalah karena secara psikologis, jumlah SOP
yang sedikit dapat lebih meningkatkan kemauan karyawan untuk mempelajari
atau mengaplikasikan SOP.
Format SOP
SOP yang dibuat akan diisi dengan informasi-informasi sebagai berikut:
o Tujuan: berisi tujuan dari pembuatan SOP.
o Ruang Lingkup: berisi ruang lingkup yang dicakup oleh SOP.
o Definisi: berisi definisi singkatan-singkatan atau istilah-istilah yang
digunakan dalam SOP.
12
Universitas Kristen Petra
o Prosedur & Tanggung Jawab: berisi prosedur untuk semua proses yang
dicakup, yang dibuat dalam bentuk tabel yang menjelaskan deskripsi dari
semua proses.
o Referensi Dokumen: berisi dokumen yang dijadikan referensi dalam
pembuatan SOP.
o Revisi: berisi daftar revisi yang dilakukan beserta tanggal berlaku dan
deskripsi perubahan.
o Persetujuan: berisi penjelasan mengenai pihak yang bertanggung jawab
dalam pembuatan, peninjauan ulang, dan pemeriksaan SOP.
o Lampiran: berisi lampiran flowchart dari prosedur SOP, serta lampiran
dokumen-dokumen terkait.
Format alur proses
Flowchart alur proses dibuat dalam format yang berupa tiga kolom:
Gambar 4.1 Format Alur Proses
Kolom pertama berisi pihak yang melakukan proses. Sedangkan kolom kedua
berisi proses yang dilakukan. Kolom ketiga berisi dokumen yang digunakan
atau sistem yang digunakan.
4.2.1 Cutfiller Warehouse
Langkah awal yang dilakukan adalah mengumpulkan SOP awal yang
dimiliki Cutfiller Warehouse, yaitu dengan mengakses Quality System
Management Portal (QSMP) di intranet milik PT X. SOP awal yang dimiliki
Cutfiller Warehouse hanya ada satu, yaitu SOP Proses Penerimaan Finished
Goods dan Finished Blend, yang berisi tentang prosedur penerimaan rokok jadi
dan cutfiller. SOP tersebut merupakan gabungan dari proses penerimaan di
Factory Warehouse dan Cutfiller Warehouse, karena kedua warehouse tersebut
ditangani oleh Warehouse Supervisor yang sama. SOP ini dipelajari terlebih
dahulu untuk mengetahui proses pada kondisi awal di Cutfiller Warehouse.
13
Universitas Kristen Petra
no reviews yet
Please Login to review.