Authentication
342x Tipe DOCX Ukuran file 0.03 MB Source: agro.kemenperin.go.id
PRESS RELEASESEMINAR DAN PAMERAN KOPI NUSANTARA 2013
Kementerian Perindustrian
Jakarta,25 s.d 28Juni 2013
Seminar danPameran Kopi Nusantara 2013yang dilaksanakan pada tanggal 25 - 28Juni
2013 bertempat di Plasa Pameran Industri Gedung Kementerian Perindustrian dan
diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Industri Agro bekerjasama dengan Gabungan
Eksportir Kopi Indonesia (GAEKI), Asosiasi Eksportir dan Industri Kopi Indonesia (AEKI),
Asosiasi Kopi Spesial Indonesia (AKSI), dan Pusat Penelitian Kopi dan Kakao (Puslitkoka)
Indonesia. Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan diversifikasi produk kopi Indonesia yang
pada akhirnya dapat meningkatkan konsumsi kopi Indonesia di dalam negeri.
Di dalam rangkaian acara tersebut juga akan dilaksanakan kegiatan edukasi seperti
cupping experience (pengenalan cara uji cita rasa kopi), Barista Workshop (cara meracik
minuman kopi), Indonesia Coffee Blending Workshop (cara mencampur kopi dari berbagai
daerah) yang akan dipandu oleh Puslitkoka Indonesia, AEKI, GAEKI, dan AKSI dengan
rincian kegiatan sebagai berikut :
Tanggal Jam Kegiatan Keterangan
Selasa, 10.00 AcaraPembukaanPameran Menteri Perindustrian
25 Juni -
2013 10.30
10.30 Seminar Kopi Nusantara 2013 Pembicara :
- dengantemaPerkembanganIndustri Kopi 1. PusatPenelitian Kopi
13.00 Indonesia Dan DiversifikasiProdukOlahannya : danKakao (Puslitkoka)
1. Karakteristik Kopi Indonesia 2. AsosiasiEksportirdanInd
2. PerkembanganIndustri Kopi Indonesia ustri Kopi Indonesia (AEKI)
danDiversifikasiProdukIndustri Kopi 3. GabunganEksportir Kopi
3. Kopi danKesehatan Indonesia (GAEKI)
4. PeluangPengembanganIndustriPengolaha 4. IndustriPengolahan Kopi
n Kopi Nasional Di MasaMendatang
Rabu, 26 10.00 Cupping Experience Pemandu : AEKI, Puslitkoka,
Juni - TemuBisnis Asosiasi Kopi Spesial Indonesia
2013 13.00 (AKSI)
14.00
-
15.30
Kamis, 09.00 Barista Workshop Pemandu : AKSI
27 Juni -
2013 12.00
Jumat, 09.00 Indonesia Coffee Blending Workshop Pemandu : AKSI
28 Juni -11.30
2013
1
INFORMASI TENTANG INDUSTRI PENGOLAHAN KOPI DI INDONESIA
Luas lahan perkebunan kopi di Indonesia mencapai 1,3 juta Ha dengan luas lahan
perkebunan kopi robusta mencapai 1 juta Ha dan luas lahan perkebunan kopi arabika
mencapai 0,30 Ha.
Produktivitas tanaman kopi di Indonesia baru mencapai 700 kg biji kopi/Ha/tahun untuk
Robusta dan 800 Kg biji kopi/Ha/Tahun untuk Arabika. Sementara produktivitas negara
tetangga seperti Vietnam telah mencapai lebih dari 1.500 kg/Ha/tahun.
Indonesia adalah negara penghasil kopi terbesar ketiga di dunia setelah Brasil dan Vietnam
dengan produksi pada tahun 2012 sebesar 748 ribu ton atau 6,6 % dari produksi kopi
dunia. Dari jumlah tersebut, produksi kopi robusta mencapai lebih dari 601 ribu ton (80,4%)
dan produksi kopi arabika mencapai lebih dari 147 ribu ton (19,6%).
Indonesia juga memiliki berbagai jenis kopi specialty yang dikenal di dunia seperti Gayo
Coffee, Mandailing Coffee, Lampung Coffee, Java Coffee, Kintamani Coffee, Toraja Coffee,
Bajawa Coffee, Wamena Coffee dan juga Luwak Coffee dengan rasa dan aroma khas
sesuai indikasi geografis yang menjadi keunggulan Indonesia.
Dengan didorong oleh pertumbuhan kelas menengah dan perubahan gaya hidup
masyarakat Indonesia, kinerja industri pengolahan kopi di dalam negeri mengalami
peningkatan yang signifikan. Pertumbuhan konsumsi produk kopi olahan di dalam negeri
meningkat rata-rata 7,5% per tahun. Ekspor produk kopi olahan pada tahun 2011 yang
mencapai lebih dari USD 268,6 juta meningkat menjadi lebih USD 315,6 juta pada tahun
2012 atau meningkat lebih dari 17,49%. Ekspor produk kopi olahan didominasi produk kopi
instant, ekstrak, esens dan konsentrat kopi yang tersebar ke negara tujuan ekspor seperti
Mesir, Afrika Selatan, Taiwan dan negara-negara ASEAN seperti Malaysia, Filipina dan
Singapura.
Berbeda dengan ekspor yang meningkat, impor produk kopi olahan turun sangat signifikan.
Impor kopi olahan yang mencapai lebih dari USD 78 juta pada tahun 2011 turun menjadi
USD 63,2 juta pada tahun 2012 atau turun 19,01%. Impor terbesar dialami produk kopi
instan dan disinyalir kopi instan yang diimpor adalah produk yang bermutu rendah.
Perrmasalahan yang dihadapi industri kopi nasional antara lain:
a. Aspek Bahan Baku :
2
1. Produksi bahan baku kopi yang cenderung stagnan,
2. Terjadinya perebutan bahan baku antara perusahaan lokal dan eksportir asing,
3. Maraknya sertifikasi bahan baku oleh lembaga/eksportir asingyang memberatkan
petani
4. Meningkatnya impor bahan baku kopi kualitas rendah
b. Aspek Produksi :
1. Teknologi pengolahan dan kemasan pada industri skala kecil dan menengah yang
masih sederhana
c. Aspek Pasar :
1. Meningkatnya impor produk kopi olahan utamanya produk kopi instant dan kopi mix
dengan kualitas dan harga rendah
2. Maraknya produk kopi olahan impor dengan kandungan gula yang tinggi yang
disinyalir menghindari Bea Masuk gula
3. Bea Masuk produk kopi olahan di negara tujuan ekspor yang masih tinggi.
Untuk mengatasi meningkatnya impor kopi instant dengan kualitas rendah, Kementerian
Perindustrian sedang melakukan revisi Standar Nasional Indonesia (SNI) Kopi Instant
yang selanjutnya akan diberlakukan secara wajib.
Pengembangan industri pengolahan kopi di dalam negeri masih mempunyai prospek
yang sangat baik, mengingat konsumsi kopi masyarakat Indoneisa rata-rata baru
mencapai 1,2 kg perkapita/tahun jauh dibawah negara – negara pengimpor kopi seperti
USA 4,3 kg, Jepang 3,4 kg, Austria 7,6 kg, Belgia 8,0 kg, Norwegia 10,6 Kg dan
Finlandia 11,4 Kg perkapita/tahun.
Pengembangan Industri Kopi Nasional masih perlu ditingkatkan mengingat saat ini baru
mampu menyerap sekitar 298 ribu ton per tahun (40%) produksi kopi dalam negeri dan
sisanya sebesar 450 ribu ton (60%) masih diekspor dalam bentuk biji.
Ke depannya, diharapkan industri pengolahan kopi dapat melakukan diversifikasi produk
kopi tidak hanya sebagai minuman tetapi dikembangkan dalam berbagai jenis seperti
produk perawatan kecantikan (lulur), pharmasi, essen makanan dan promosi sesuai
dengan permintaan masyarakat konsumen Indonesia terutama dalam teknologi proses
dan desain kemasan produk. Sehingga konsumsi kopi masyarakat Indonesia meningkat
seperti halnya yang dilakukan oleh negara Brasil sebagai produsen kopi utama dunia
3
yang telah mampu meningkatkan konsumsi kopi domestiknya menjadi 6 Kg perkapita
pertahun.
Sesuai dengan Peraturan Presiden No.28 Tahun 2008, tentang Kebijakan Industri
Nasional, industri pengolahan kopi ditetapkan sebagai salah satu industri prioritas untuk
dikembangkan dan Perpres tersebut ditindaklanjuti oleh Peraturan Menteri Perindustrian
No.115/M-IND/PER/10/2009 tentang Peta Panduan (Roadmap) Pengembangan Klaster
Industri Pengolahan Kopi sebagai aturan pelaksanaannya.
Profil Industri Pengolahan Kopi di Indonesia adalah sebagai berikut :
TAHUN
NO URAIAN SATUAN
2007 2008 2009 2010 2011 2012
1 Jml Perusahaan Unit Usaha 77 79 80 81 82 84
2 Kapasitas Ton 171.500 176.800 180.336 185.568 198.500 219.000
3 Produksi riil Ton 146.765 157.772 169.605 182.326 196.000 210.700
4 Nilai Produksi Rp.Milyar 5.870 6.310 6.784 7.293 7.840 8.428
5 Utilisasi % 85,58 89,24 94,05 98,25 98,74 96,21
Pemasaran Ton 132.859 134.362 141.139 129.896 118.676 132.348
6 Dalam Negeri
US$ Ribu 5.314 5.374 5.645 5.196 4.747 4.862
Ton 13.906 23.410 28.466 52.430 77.324 87.846
7 Ekspor
US$ Ribu 52.378 88.642 96.181 170.424 268.684 315.684
Ton 5.631 8.717 3.726 4.999 11.960 9.494
9 Impor
US$ Ribu 49.733 80.572 26.644 26.353 78.048 63.206
10 Konsumsi Dalam Ton 138.490 170.640 189.600 194.340 284.400 298.150
Negeri
Konsumsi per
11 Kapita/th (Kopi Kg 0,72 0,80 0,82 1,20 1,25
Biji)
11 Nilai Investasi Rp. Milyar 4.128 4.256 4.341 4.467 4.778 4.847
12 Jml Tenaga Kerja Orang 18.550 18.921 19.110 19.507 19.818 20.118
Sumber : Data Industri Minuman dan Tembakau, Kemenperin (Diolah)
4
no reviews yet
Please Login to review.